Breaking News:

PPKM Level 2

Masuk Mal Wajib Scan Bar Code, Sudah 40 Juta Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebutkan bahwa seluruh pusat perbelanjaan atau mal yang tergabung dalam anggota APPBI

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah pusat perbelanjaan dan swalayan di Ciputra Mall dan Gelael Kota Semarang terlihat sepi pengunjung, Kamis (1/6/21). Pemerintah Kota Semarang akan memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali per tanggal 3 Juli 2021 mendatang untuk menekan pertumbuhan Covid 19. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebutkan bahwa seluruh pusat perbelanjaan atau mal yang tergabung dalam anggota APPBI di Jawa-Bali telah mengimplementasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Anggota kami ada 350 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Khusus di pulau Jawa dan Bali jumlahnya ada sekitar 250,” jelas Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja dalam diskusi secara virtual, Rabu (8/9).

“Di Jawa dan Bali ini semua anggota sudah memberlakukan protokol wajib vaksinasi yang pemeriksaannya melalui aplikasi PeduliLindungi,” sambungnya.

Alphonzus mengatakan, penggunaan aplikasi ini harus disambut baik oleh pusat perbelanjaan. Karena melalui hal ini pemerintah sudah memberikan pelonggaran. Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah telah memberikan tambahan satu syarat protokol tambahan untuk dapat melakukan aktivitas di lokasi atau fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan.

Syarat tersebut adalah wajib vaksinasi, yang pemeriksaannya harus melalui sistem yaitu aplikasi PeduliLindungi. PeduliLindungi merupakan aplikasi yang berperan dalam pengendalian pandemi Covid-19 dan akan menjadi syarat untuk akses ke tempat atau fasilitas-fasilitas publik.

PeduliLindungi dapat membantu pemerintah dalam melakukan tracing penularan Covid-19. Penguatan tracing ini akan membantu proses pengambilan keputusan dan tindakan agar penularan tidak menyebar luas.

Alphonzus melanjutkan, terkait pusat perbelanjaan yang berada di luar wilayah Jawa-Bali, saat ini juga sudah menerapkan implementasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk. Meskipun implementasinya belum menyeluruh.

“Untuk di luar Jawa Bali juga demikian, sekarang mereka sudah bertahap. Karena pelonggaran untuk di luar Jawa Bali kan belakangan,” ucap Alphonzus.

“Nah (PeduliLindungi yang masuk bagian syarat masuk mal) ini memang bisa mendorong juga percepatan vaksinasi dan juga kita mendukung sepenuhnya,” pungkasnya.

Aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini telah digunakan oleh 39,88 juta pengguna. PeduliLindungi merupakan aplikasi yang berperan dalam pengendalian pandemi Covid-19 dan akan menjadi syarat untuk akses ke tempat atau fasilitas-fasilitas publik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved