Breaking News:

Berita Pati

Partai Demokrat Pati Gelar Tasyakuran & Manakiban: Kepercayaan Masyarakat Makin Tinggi

Pengurus Partai Demokrat di Kabupaten Pati menggelar acara manakiban (pembacaan Manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani), doa bersama, dan potong tumpeng

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Acara manakiban (pembacaan Manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani), doa bersama, dan potong tumpeng di Kantor DPC Partai Demokrat Pati, Rabu (8/9/2021) malam. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Dua Dekade Partai Demokrat. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pengurus Partai Demokrat di Kabupaten Pati menggelar acara manakiban (pembacaan Manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani), doa bersama, dan potong tumpeng, Rabu (8/9/2021) malam.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lima daerah pemilihan (Dapil) yang ada di Pati. Penyelenggaraan acara di lima tempat terhubung secara daring via Zoom Meeting.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan selamatan dalam rangka Dua Dekade Partai Demokrat serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jadi selamatan ini merupakan adat kami di Pati tiap HUT Partai Demokrat. Sehari sebelumnya, yakni tanggal 8 malam, yang mana kalau menurut orang Jawa kan sudah masuk hari berikutnya. Kami manakiban, baca doa, dan potong tumpeng," kata Joni di Kantor DPC Demokrat Pati.

Joni bersyukur kegiatan ini bisa berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga bersyukur, Partai Demokrat sudah 20 tahun membersamai masyarakat.

"Kami terima kasih pada masyarakat. Oleh sejumlah lembaga survei, peringkat kami (Demokrat) 3 besar. Artinya kepercayaan masyarakat semakin tinggi. Namun kami tidak sombong, tetap perlu kerja keras melayani masyarakat. Karena itu HUT ke-20 Demokrat juga diisi dengan Bulan Bakti. Kami berupaya membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Jangan hanya omong, harus kerja untuk masyarakat," ujar dia.

Joni mengibaratkan, memasuki usia 20, Partai Demokrat seperti remaja yang tumbuh dewasa. Harus makin mandiri, berdikari.

"Meskipun ditinggal 'koalisi besar', tidak masalah. Sebab kami bisa kuat karena didukung rakyat. Tanpa dukungan rakyat hasilnya nol," kata dia, mengingat Partai Demokrat yang memilih konsisten sebagai oposisi. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved