Breaking News:

Penanganan Corona

Pemerintah Migrasikan Sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional Demi Keamanan Data Pengguna

Pemerintah melakukan migrasi sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional yang dikelola oleh Kemenkominfo dengan kerja sama dengan PT Telkom, BSSN.

Editor: rival al manaf
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah melakukan migrasi sistem PeduliLindungi ke Pusat Data Nasional.

Upaya itu dilakukan untuk  menjamin keamanan data pengguna aplikasi PeduliLindungi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Operasi keamanan dan pengendalian Informasi BSSN RI Rinaldy.

"Selain itu, dibentuk tim khusus yang selalu memantau keamanan data pengguna," terang Rinaldy dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng.

Baca juga: Aplikasi Peduli Lindungi Belum Bisa Digunakan di Mal Kota Pekalongan, Ini Alasannya

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Aplikasi PeduliLindungi Deteksi Ribuan Orang Terkait Covid-19 Berkeliaran

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Deteksi Ribuan Orang Terkait Covid-19 Berkeliaran

Ia menandaskan jika keamanan data pengguna aplikasi selalu menjadi prioritas utama pemerintah.

Rinaldy juga mengimbau masyarakat untuk bijak membagikan informasi pribadi di media sosial, agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain untuk tujuan tertentu.

“Selain itu, mari kita selalu mengecek kebenaran berita, berusaha mengenali aplikasi dengan baik, agar bermanfaat bagi diri kita sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian pandemi,” tegasnya.

Apabila masyarakat memiliki keluhan terkait status vaksinasi yang tidak segera muncul dalam aplikasi PeduliLindungi, dapat melapor melalui email sertifikat@pedulilindungi.id.

Sementara itu Direktur Digital Business Telkom Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan, aplikasi PeduliLindungi telah dikembangkan sejak awal 2020 dan semakin banyak digunakan oleh masyarakat, misalnya untuk mendapatkan sertifikat vaksin serta skrining masuk fasilitas umum.

“Aplikasi ini akan makin efektif dan efisien jika makin banyak orang yang menggunakan, karena adanya fitur tracing yang bisa mendeteksi atau mengindentifikasi adanya orang dengan COVID-19 di lokasi tersebut,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved