Berita Regional

Tak Terima Ditegur saat Naik Motor Ngebut, Suami Hajar Istri hingga Babak Belur di Jalan

Keduanya pun bertengkar hingga IS yang emosi lalu menabrak EH hingga jatuh ke pagar gereja. Salah seorang warga yang melihat kejadian itu, lantas dat

Editor: m nur huda
Istimewa
ILUSTRASI penganiayaan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Keributan antara suami dan istri di luar rumah berujung ke kantor polisi.

Pasalnya, seorang suami, IS (36), warga Dusun Roioen, Desa Lentera, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghajar istrinya sendir, EH hingga babak belur.

Padahal, saat keluar rumah mereka berdua naik sepeda motor berboncengan untuk pergi ke kebun.

"Kejadian penganiayaan itu kemarin sore sekitar pukul 16.00 Wita," ujar Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo, kepada Kompas.com, Kamis (9/9/2021).

Anam menuturkan, kasus penganiayaan itu bermula ketika pasangan suami istri itu keluar dari rumah menuju kebun di Kampung Lebendela, Desa Oelasin.

Mereka hendak menyiram tanaman semangka.

Pasangan suami istri yang berprofesi petani itu menuju kebun menggunakan sepeda motor.

Setelah selesai menyiram semangka, EH lalu membersihkan bawang yang baru selesai dipanen.

Sementara IS mematikan mesin air di sumur.

Namun, setelah itu IS tak kembali ke kebun. EH pun mencari sang suami karena hendak pulang ke rumah.

Ternyata, IS sedang meminum minuman beralkohol jenis sopi bersama sejumlah teman-temannya.

EH lalu mengajak suaminya itu pulang, tetapi IS tak mau karena masih meminum sopi.

Setelah selesai, IS dan EH pulang sambil berboncengan di sepeda motor.  Dalam perjalanan pulang, IS mengendarai sepeda motor dengan kencang.

EH pun menegur suaminya itu. Namun, IS tak menanggapinya dan tetap mengebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved