Breaking News:

Berita Semarang

Alasan SPAM Semarang Barat Belum Diminati Warga Bikin Sambungan Baru PDAM

Antusiasme masyarakat untuk melakukan sambung baru saluran PDAM Tirta Moedal masih kurang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
DPRD Kota Semarang menggelar dialog interaktif bertema Optimalisasi dan Inovasi Pelayanan PDAM, di Studio TVKU, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Antusiasme masyarakat untuk melakukan sambung baru saluran PDAM Tirta Moedal masih kurang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Farchan Hilmie, saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif Bersama DPRD Kota Semarang terkait Optimalisasi dan Inovasi Pelayanan PDAM, di Studio TVKU, Jumat (10/9/2021).

Farchan mengatakan, adanya SPAM Semarang Barat yang belum lama ini mulai beroperasi diharpakan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal.

Namun, respon masyarakat masih cukup landai terhadap hadirnya SPAM Semarang Barat.

"Dari tingkat antusiasme masyarakat untuk sambung baru kurang antusias. Kami memahami ini efek pandemi karena secara ekonomi berpengaruh. Kami juga terus melakukan sosialisasi untuk peningkatan sambung baru," jelas Farchan.

Dia memaparkan, pelayanan sambung baru bisa diperuntukkan bagi domestik maupun non domestik.

Domestik dalam hal ini yakni rumah tangga, sedangkan non domestik diantaranya hotel, pabrik, dan perusahaan lainnya.

Pihaknya terus melakukan pendekatan ke sejumlah kawasan industri supaya dapat menggunakan PDAM.

Hal itu seiring dengan adanya pembatasan pengambilan air bawah tanah yang mulai digalakkan oleh pemerintah provinsi selaku pemilik regulasi.

"Pemrov sudah mulai menunjukan komitmen untuk pembatasan air bawah tanah. Pemkot juga mengimbau ke pengusaha, kawasan industri, untuk bisa berlangganan ke kami," katanya.

Namun tahun ini, dia mengakui, sambung baru masih sangat kecil.

Dari target 14 ribu, belum ada 50 persen yang melakukan sambung baru. Saat ini, pelanggan aktif PDAM Tirta Moedal sebanyak 176 ribu.

"Jadi, kalau target semua cabang ada 14 ribu. Saat ini, realisasi belum ada separo," ucapnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved