Breaking News:

Berita Jepara

Berada di Pulau Terpencil, Bidan Desa Parang Jepara Minta Ambulans Laut, Ganjar: Segera Saya Carikan

Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ke Karimunjawa, Kabupaten Jepara, menjadi berkah bagi ibu-ibu di sana.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dialog dengan bidan Desa yang meminta bantuan ambulans laut saat mengunjungi Pulau Parang Karimunjawa, Jepara, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ke Karimunjawa, Kabupaten Jepara, menjadi berkah bagi ibu-ibu di sana.

Pasalnya, tidak lama lagi kebutuhan mereka mendapat ambulans laut bisa dipenuhi.

Awalnya seorang perempuan berseragam kuning tiba-tiba mendatangi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan pengecekan sejumlah lokasi di Pulau Parang Karimunjawa, Jumat (10/9/2021).

Perempuan itu adalah Susniwati, bidan desa Pulau Parang, Karimunjawa.

Baca juga: Pelaku Dugaan Pencabulan Bocah 4 Tahun Dilepaskan Polisi: Punya Saudara Dewan dan Lurah di Semarang

Baca juga: Sepi, Kondisi Suasana Mess Tegalsari Semarang, Lokasi Taruna PIP Dihajar Senior Sampai Meninggal

Baca juga: Geger Iwak Toman ing Desa Sabrang Lor Klaten Ditawa Nganti Yutanan, Iki Jawabe LIPI

Saat Ganjar mengecek dermaga, Susniwati langsung mengajukan permohonan pada Ganjar.

Ia meminta agar Ganjar memberikan bantuan ambulans laut untuk mengantarkan ibu hamil dan pasien emergency ke Puskesmas Karimunjawa atau rumah sakit di Jepara.

"Kami butuh bantuan pak, ambulans laut untuk mengantarkan ibu hamil atau pasien emergency. Soalnya selama ini, kami hanya pakai kapal kayu biasa seperti ini. Kalau ombaknya tinggi itu bahaya pak," katanya pada Ganjar.

Susniwati menerangkan, tidak adanya ambulans laut membuat warga kesulitan saat ingin memeriksakan kesehatan.

Apalagi saat kondisi darurat misalnya ibu hamil dengan pendarahan atau risiko tinggi, sangat berbahaya mengarungi laut dengan kapal nelayan.

"Selama ini pakai kapal biasa, kapal nelayan. Bisa 3 jam untuk ke Karimunjawa, bahkan bisa lebih. Risikonya tinggi, apalagi saat ombak besar. Kalau ada ambulans laut bisa mempercepat, apalagi kan tentu di dalamnya ada peralatan pertolongannya," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved