Breaking News:

Berita Salatiga

Niat Hati Bantu Cari Biaya Pengobatan Anak, Indah Malah Harus Nanggung Beban Puluhan Juta Rupiah

Total kerugian yang dialaminya mencapai Rp 67 juta. Hampir setiap hari dirinya harus menerima perkataan kasar dari member yang menagih uang

Penulis: hermawan Endra | Editor: muslimah
Kompas.com
Ilustrasi uang. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Niat hati ingin membantu keuangan keluarga untuk biaya merawat anak yang kini sedang menderita sakit jantung, Indah kini justru harus menanggung beban puluhan juta setelah uang arisan yang terkumpul dari para member dibawa kabur oleh bandar lelang arisan

Wanita warga Jalan Tirtoyoso 2 No 1 RT04/RW06, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga itu memutuskan untuk mencari tambahan pemasukan dengan menjadi reseller lelang arisan di Salatiga. Namun baru satu bulan bergabung, uang dari para member yang telah disetorkannya dibawa kabur. 

"Kemarin itu istri mau membantu saya untuk beli susu anak, ikut reseller lelangan. Baru ikut sebulan malah disuruh mengganti uang orang puluhan juta," kata sang suami, Rendy, Jumat (10/9). 

Total kerugian yang dialaminya mencapai Rp 67 juta. Hampir setiap hari dirinya harus menerima perkataan kasar dari member yang menagih uang mereka kembali. 

"Dibandingkan yang lain mungkin sedikit. Tapi buat saya sangat banyak uang segitu. Ditagih terus tiap hari, ngeri kalau pada nagih dengan perkataan kasar padahal nggak makan uangnya," kata Rendy seraya menunjukan screenshot percakapan penagihan. 

Rendy menambahkan, tidak pernah menyimpan bahkan melihat uang dari para member.

Sebab, begitu menerima transferan dari member, uang tersebut langsung diteruskan dengan cara mentransfer kepada owner lelangan arisan. 

Tak hanya menanggung uang dari para member, di sisi lain ia juga harus memikirkan kondisi sang anak Zuama Adiba Kautsari.

Sejak usia empat bulan, anak keduanya yang kini berusia 22 bulan itu menderita kebocoran jantung dan harus mendapatkan pengobatan intensif. 

"Ini kan udah tindakan ketiga kemarin mau tindakan dipasang alat tapi ternyata gak bisa soalnya terlalu besar bocornya, dulu tindakan kedua sudah di bedah tapi belum nutup sempurna. Ngak tau kapan lagi dibedah nunggu penjadwalan yang penting saya ikhtiar aja sebisa saya," imbuhnya, 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved