Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Rakyat Asal-usul Selat Bali

asal usul Selat Bali Manik Angkeran adalah pemuda yang gagah, berani dan pandai. Namun, manik Angkeran memiliki sifat yang bertolak belakang dengan ay

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq

Cerita Rakyat Asal-usul Selat Bali

TRIBUNJATENG.COM -Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Ia memiliki seorang anak yang bernama Manik Angkeran.

Sedangkan istri Sidi Mantra sudah meninggal saat melahirkan Manik Angkeran.

Manik Angkeran adalah pemuda yang gagah, berani dan pandai. Namun, manik Angkeran memiliki sifat yang bertolak belakang dengan ayahnya.

Baca juga: Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat

Baca juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Baca juga: Asal Mula Danau Toba Cerita Rakyat Sumatera Utara

Baca juga: Cerita Rakyat Telaga Bidadari Asal Kalimantan Selatan

Manik Angkeran sangat manja, suka berjudi dan mabuk.

Karena suka berjudi, Manik Angkeran terjerat utang. Kemudian ia meminta pertolongan ayahnya untuk membayar hutang-hutangnya.

Sidi Mantra pun rela berpuasa dan berdoa untuk meminta pertolongan Sang Dewa. Tiba-tiba terdengarlah suara gaib setelah sekian lama ia berdoa kepada Dewa.

“Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga bernama Naga Besukih. Pergilah ke sana lalu mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya”, suara Sang dewa.

Setelah mendengar bisikan gaib tersebut, Sidi Mantra pun pergi.

Sesampainya di sana, Sidi Mantra duduk bersila. Sambil membunyikan genta, Sidi Mantra membacakan mantra dan memanggil-manggil nama Naga Besukih.

Akhirnya Naga Besukih muncul dari tempat persembunyiannya.

“Hai Begawan Sidi Mantra, ada apakah engkau memanggilku?” tanya Naga Besukih. 

“Naga Besukih, kekayaanku telah dihabiskan anakku untuk berjudi. Sekarang karena hutangnya menumpuk, dia dikejar-kejar oleh orang-orang. Aku mohon, bantulah aku agar aku bisa membayar hutang anakku!”

“Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu Begawan Sidi Mantra, tapi kau harus menasehati anakmu agar tidak berjudi lagi, karena kau tahu berjudi itu dilarang agama!”

Naga Besukih pun menggeliat. Saat menggeliat dari sisik naga tersebut keluarlah emas & intan.

Naga Besukih menyuruh Sidi Mantra untuk mengambilnya. Kemudian Sidi Mantra mengambil emas dan intan tersebut serta mengucapkan terima  kasih.

Sidi Mantra pun kembali ke rumahnya dan menyerahkan emas dan intannya kepada Manik Angkeran tidak lupa Sidi Mantra menasehati Manik Angkeran agar Manik Angkeran tidak melakukan judi lagi dan membayar segera hutang-hutangnya.

Tetapi kenyataan berkata lain Manik Angkeran tetap saja melakukan judi.

Dengan kesalnya Sidi Mantra lagi-lagi membantunya. Ia kembali menemui Naga Besukih.

“Ada apa lagi Begawan Sidi Mantra? Mengapa engkau memanggilku lagi?” tanya Sang Naga Besukih.

“Maafkan aku Naga Besukih, sekali lagi aku memohon bantuanmu agar aku bisa membayar hutang-hutang anakku. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi dan aku sudah menasehatinya agar tidak berjudi, tapi ia tidak menghiraukanku.” mohon Begawan Sidi Mantra.

“Anakmu rupanya sudah tidak menghormati orang tuanya lagi. Tapi aku akan membantumu untuk yang terakhir kali. Ingat, terakhir kali.”

Naga Besukih pun menggeliat dan keluarlah emas dan intan dari tubuhnya  lalu Sidi Mantra memilihi harta tersebut dan memohon diri. Setibanya di rumah Sidi Mantra segera melunasi hutang-hutang Manik Angkeran.

Manik Angkeran heran mengapa ayahnya begitu mudah mendapatkan harta. Maka Manik Angkeran bertanya pada ayahnya, “Ayah, darimana ayah mendapatkan semua kekayaan itu?

“Sudahlah Manik Angkeran, jangan kau tanyakan dari mana ayah mendapat harta itu. Berhentilah berjudi dan menyabung ayam, karena itu semua dilarang oleh agama. Dan inipun untuk terakhir kalinya ayah membantumu. Lain kali apabila engkau berhutang lagi, ayah tidak akan membantumu lagi.” Jawab ayahnya.

Tidak juga sembuh, Manik Angkeran kembali berjudi dan terlilit hutang. Namun sang ayah sudah tidak mau lagi membantunya.

Sehingga Manik Angkeran bertekad untuk mencari tahu sumber kekayaan ayahnya didapat dari mana.

Kemudian ia pun bertanya-tanya kesana kemari dan beberapa temannya memberi tahunya bahwa ayahnya mendapatkan kekayaan di Gunung Agung.

Begitu serakahnya Manik sampai-sampai ia berani mencuri genta milik ayahnya dan ia pergi ke Gunung Agung untuk mencari harta.

Setelah Manik Angkeran sampai di Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan genta milik ayahnya. Karena merasa terpanggil Naga besukih pun merasa terpanggil oleh suara genta tersebut.

Tetapi Naga Besukih heran kenapa ia tidak mendengarkan mantra-mantra yang biasa ia dengar dari Sidi Mantra. Kemudian Naga Besukih keluar untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.

Setelah keluar, maka bertemulah Sang Naga dengan Manik Angkeran untuk pertama kali. Melihat manik Angkeran, Naga Besukih pun tak dapat menahan amarahnya.

“Hai Manik Angkeran. Ada apa engkau memanggilku dengan genta yang kau curi dari ayahmu itu?”

Dengan sikap memelas, Manik pun berkata, “Sang Naga bantulah aku. Berilah aku harta yang melimpah agar aku bisa membayar hutang-hutangku. Kalau kali ini aku tak bisa membayarnya, orang-orang akan membunuhku. Kasihanilah aku.”

Melihat kesedihan Manik Angkeran, Sang Naga pun merasa kasihan. 

“Baiklah, aku akan membantumu. Tetapi dengan syarat jahuilah Judi,” jawab Sang Naga Besukih.

Naga Besukih pun membalikkan badannya untuk mengambil harta yang berada di dalam bumi. Pada saat Naga Besukih membenamkan kepalanya ke dalam bumi, Manik Angkeran pun melihat ekor Naga Besukih yang penuh dengan emas dan intan maka timbullah niat jahatnya untuk memotong ekor tersebut.

Sesegera mungkin Manik Angkeran mengeluarkan keris yang ia bawa dan memotong ekor Naga Besukih dengan satu kali tebasan.

Naga Besukih menggeliat dan segera membalikkan badannya.

Namun Manik angkeran telah pergi menjauhinya.

Naga Besukih pun pergi mencari Manik Angkeran ke segala pnjuru tetapi ia tidak menemukannya juga.

Naga Besukih hanyalah menemukan bekas telapak kaki Manik Angkeran.

Maka dari itu dengan kesaktiannya Naga Besukih membakar bekas telapak kaki Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran telah jauh tetapi dengan kesaktian Naga besukih, Manik Angkean dapat merasakan panasnya api Naga Besukih.

Sehingga Manik Angkeran terjatuh dan lama-kelamaan menjadi abu.

Setelah itu Sidi Mantra memohon kepada Naga Besukih supaya anaknya dihidupkan lagi.

Naga Besukih menyanggupi permohonan Sidi Mantra tetapi dengan satu syarat Sidi mantra harus mengembalikan ekor Naga Besuki seperti semula.

Dengan kesaktiannya Sidi Manta pun mampu mengembalikan ekor Naga Besuki seperti semula.

Setelah itu Naga Besukih menghidupkan kembali Manik Angkeran.

Sebab hal itulah Manik Angkeran telah sadar dan meminta maaf kepada ayahnya serta ia berjanji tadak akan mengulangi perilaku buruknya lagi.

Manik angkeran juga meminta maaf kepada Naga Besukih.

Meskipun Manik Angkran telah berubah, Sidi mantra menyuruh Manik Angkeran untuk tetap tinggal di sekitar Gunung Agung.

Manik Angkeran pun menuruti perintah ayahnya itu. Kemudian Sidi Mantra pulang ke jawa Timur.

Sesampainya di Tanah benteng, Sidi Mantra menorehkan tongkatnya ke tanah untuk membuat garis yang memisahkan dirinya dengan Manik Angkeran.

Saat itu juga bekas torehan tongkatnya menjadi lebar dan bertambah luas sehingga air laut naik menggenanginya.

Genangan air laut itu terus melebar dan lama-kelamaan menjadi sebuah selat. Selat tersebutlah yang sekarang ini diberi nama “SELAT BALI”, yaitu selat yang memisahkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali.

(*)

Baca juga: Dongeng Putri Salju dan 7 Kurcaci, Cerita Rakyat Eropa Karangan Brothers Grimm

Baca juga: Dongeng Si Cantik dan Si Buruk Rupa, Cerita Lengendaris Prancis Beauty and the Beast

Baca juga: Dongeng Kancil dan Buaya di Sungai

Baca juga: Wanita Ini Bawa Ular saat Setor Uang ke ATM: Jadi Penjaga Selama Jalan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved