Breaking News:

Berita Nasional

Jadi Pembicara di Acara Peringatan WTC 11/9, Gus Yahya Ajak Perkuat Budaya Lokal

Berbicara di peringatan 20 tahun atas Serangan Gedung WTC New York, 11 September 2001, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya tra

Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
Istimewa/dok. Katib Aam PBNU
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya saat menyampaikan pidato dalam acara International Religious Freedom (IRF) Summit, di Washington, DC, Amerika Serikat, Kamis (15/7/2021) waktu setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, VIRGINIA – Berbicara di peringatan 20 tahun atas Serangan Gedung World Trade Center (WTC) New York, 11 September 2001, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya tradisi keagamaan dan budaya lokal.

Adapun, Gus Yahya kembali dipercaya untuk berbicara pada pertemuan tingkat internasional yang membahas tentang pentingnya perdamaian global.

Kamis (9/9/2021), Kiai Yahya diundang secara khusus oleh Regent University, Virginia, Amerika Serikat untuk menjadi narasumber 

Pembicara lain pada acara yang disiarkan secara internasional ini antara lain mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Pat Robertson, pendiri Regent University, tokoh-tokoh dari kalangan diplomatik, ahli dan pemegang wewenang militer, keamanan dan hukum, serta intelektual AS.

Dalam paparannya sebagaimana keterangan tertulis pada Tribunjateng.com, Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pasca serangan WTC, tatanan dunia membutuhkan pengelolaan yang semakin tangguh.

Di antaranya adalah dengan menjaga keutuhan negara-bangsa yang ditopang lewat tradisi keagamaan dan budaya lokal yang kokoh dari serangan ideologi-ideologi transnasional.

Ideologi itu bisa didasarkan pada identitas agama, etnik atau ras, maupun gagasan-gagasan sekuler.

“Ini krusial sekali karena senyawa antara negara-bangsa, tradisi keagamaan dan budaya lokal adalah satu-satunya struktur dasar yang tersedia dalam tata dunia saat ini untuk mengelola proses negosiasi global menuju peradaban yang harmonis,” kata Gus Yahya yang memberikan paparannya melalui rekaman video.

Melalui kecermatan dalam pola adaptasi terhadap globalisasi tersebut, maka tatanan dunia diyakini akan semakin membaik.

Namun sebaliknya, jika negosiasi ini gagal, maka ketegangan-ketegangan baru bisa saja tak terhindarkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved