Breaking News:

Berita Nasional

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Dikabarkan Paksa Korban Berdamai, Kuasa Hukum: Itu Dusta

Korban pelecehan dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS, dikabarkan dipaksa berdamai oleh terduga pelaku, RT dan EO.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Terduga korban pelecehan di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat didampingi kuasa hukumnya Rony Hutahaean dan Reinhard Silaban mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021) untuk menjalani tes kejiwaan. 

TRIBUNJATENG.COM - Korban pelecehan seksual dan perundungan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS, dikabarkan dipaksa berdamai oleh terduga pelaku, RT dan EO.

Kuasa hukum RT dan EO, Tegar Putuhena, membantah soal kabar tersebut.

Tegar menyebut, kabar soal kliennya yang memaksa untuk berdamai dan mencabut laporan korban adalah dusta.

Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual di KPI: Terduga Pelaku Lapor Balik, tetapi Ditolak Polisi

"Soal informasi yang beredar, dikatakan klien kami melakukan paksa memaksa kepada saudara MS agar berdamai."

"Saya bisa pastikan bahwa pernyataan itu adalah pernyataan dusta," kata Tegar, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Sabtu (11/9/2021).

Tegar pun menjelaskan kronologi dari pertemuan tersebut.

Menurutnya, pada Selasa (7/9/2021), MS dan ibunya datang ke KPI untuk meminta mediasi dengan terduga pelaku.

Kemudian, pihak KPI menfasilitasi MS dan terduga pelaku untuk melakukan mediasi.

"Jadi pada hari Selasa, saudara MS bersama Ibunya ke KPI, nangis-nangis, kemudian minta bantuan kepada pihak KPI untuk memediasi pertemuan dengan pihak kami dalam rangka membahas penyelesaian perkara ini sebelum masuk ke proses hukum."

"Bahasa sederhananya membahas perdamaian di antara mereka," kata Tegar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved