Breaking News:

Berita Nasional

Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Laporkan Balik Korbannya namun Polisi Menolak, Ini Alasannya

Polisi menolak laporan pelaku pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial berinisial EO dan RT.

Editor: rival al manaf
DOK. HUMAS POLRES JAKARTA BARAT
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (DOK. HUMAS POLRES JAKARTA BARAT) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi menolak laporan pelaku pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial berinisial EO dan RT.

Sebelumnya keduanya dilaporkan korbannya ke Polda Metro Jaya atas kasus pelecehan seksual.

Namun ia justru membuat laporan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Baca juga: Tanggapan Ketua KPI Pasca Glorifikasi Bebasnya Saipul Jamil di Televisi dan Pelecehan Seksual

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Laporkan Balik Korban dengan UU ITE

Baca juga: Terduga Pelaku Akui Ada Perundungan di KPI tetapi Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Laporan itu dilayangkan EO dan RT yang mensomasi beberapa akun media sosial yang mencemarkan nama baik para terduga pelaku.

Meski begitu, keduanya masih menjalani proses hukum Polres Metro Jakarta Pusat melalui laporan yang dilayangkan MS pada 1 September 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menolak laporan EO dan RT lantaran keduanya masih berproses hukum dalam kasus pelecehan seksual dan perundungan yang menjeratnya.

Untuk itu, pihaknya akan terlebih dahulu menyidik kasus yang tengah berjalan itu.

"Misalnya saya dituduh mencuri, ini lagi diproses polisi tapi tiba-tiba saya enggak terima laporan lainnya."

"Saya laporkan pencemaran nama baik, boleh enggak? Ini kan belum selesai masalah yang satu," kata Yusri, Jumat (9/9/2021).

Yusri beralasan, kasus menjerat EO dan RT harus diselesaikan terlebih dahulu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved