Smart Women

Ingin Sejahterakan Guru PAUD, Peni Ngesti Nugraha Prihatin Ada yang Terima Gaji di Bawah Standar

Peni Yulianingsih belakangan sibuk dengan sejumlah aktivitas. Yang paling membuatnya terbebani adalah menjadi ketua PAUD Kabupaten Semarang.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Peni Ngesti Nugraha 

“Apalagi saya ini tidak punya backround politik, saya jujur dulu pernah menjadi buruh pabrik sembilan tahun. Jadi saya sadar, masih harus banyak belajar dan salah satunya berkunjung langsung ke desa-desa melihat apa yang sebenarnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Peni menduga, terdapat ratusan lembaga PAUD yang selama ini kurang disentuh pemerintah.

Sejauh ini, dinas terkait selalu memonitor PAUD yang sudah maju dengan dukungan infrastruktur telah memadai.

Dia menyampaikan, saat ini masih menunggu pengesahan pengurus Bunda PAUD dari Pemprov Jawa Tengah. Dia berharap, pascapengukuhan nanti seluruh program yang telah disusun dapat langsung dijalankan.

Gerakkan PKK untuk Promosikan Produk Lokal

Peni Ngesti Nugraha berencana menggerakkan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk bersama-sama mempromosikan produk lokal Kabupaten Semarang.

Dia menilai, banyak produk lokal UMKM dari para pengrajin di Kabupaten Semarang memiliki nilai jual tinggi.

Baca juga: Antisipasi Kecelakaan Berulang, Dishub Kota Semarang Akan Pasang Rambu di Sigarbencah Semarang

Baca juga: Peserta P3K Kota Semarang Tak Perlu Rogoh Kocek untuk Tes Swab Antigen, Dinkes Beri Fasilitas

Hanya saja, potensi yang ada itu dianggap kurang terpromosikan dengan baik dan salah satu konsumen potensial adalah kelompok perempuan.

“Saya berencana mendirikan showroom atau pojok UMKM pada setiap kecamatan di Kabupaten Semarang. Jadi, nanti bayangan saya di setiap kantor kecamatan memajang produk lokal mereka mulai kerajinan, makanan olahan dan sebagainya,” kata Peni.

Peni menegaskan, sekarang bersama Tim Penggerak PKK pada tingkat kecamatan tengah mendata produk UMKM unggulan masing-masing wilayah sebagai data base.

Lalu, istri camat setempat wajib mengenalkan kepada setiap yang datang, harapannya pelaku UMKM bangga produk buatan mereka dihargai.

Selain itu, produk UMKM buatan warga nantinya juga akan disediakan tempat berjualan khusus pada seluruh lokasi wisata di Kabupaten Semarang.

Terkait digitalisasi kata dia, tantangan pelaku UMKM masih didominasi generasi tua dan cenderung gagap teknologi.

“Mereka ini tua-tua. Untuk sementara ini kami maksimalkan jualan lewat offline. Yang penting, mereka (PKK) mau bergerak itu dulu, dan ada dampak yang dirasakan pelaku UMKM,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved