Breaking News:

Berita Semarang

41 Juta Dosis Vaksin Belum Digunakan, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Masih Disimpan di Daerah

Stok vaksin yang belum digunakan dan tersimpan di tingkat provinsi serta kota dan kabupaten di Indonesia mencapai 41 juta dosis.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI saat memaparkan jumlah vaksin dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stok vaksin yang belum digunakan dan tersimpan di tingkat provinsi serta kota dan kabupaten di Indonesia mencapai 41 juta dosis.

Hal itu sempat disinggung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers penanganan Covid-19 secara virtual pada, Senin (13/9/2021) malam.

Dalam kesempatan yang sama, adanya puluhan juta dosis vaksin yang belum digunakan juga ditanggapi oleh Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Ia membenarkan adanya puluhan juta dosis vaksin yang belum digunakan dan masih tersimpan di Pemprov, Pemkot maupun Pemkap.

“Vaksin yang sudah diterima Kementerian Kesehatan mencapai 169 juta dosis, dari total tersebut 157 juta dosis sudah dikirim ke daerah-daerah,” jelasnya.

Dilanjutkan Menkes, terdapat 9 juta dosis vaksin yang masih dalam pengiriman, dan Kementerian Kesehatan menyimpan 3 juta dosis untuk cadangan.

“Dari 157 juta dosis yang sudah dikirim ke daerah, 116 juta dosis sudah disuntikan, jadi memang benar ada 41 juta dosis yang belum digunakan untuk stok di daerah,” paparnya.

Dikatakannya, arahan Presiden agar 41 juta dosis tersebut segera digunakan, mengingat dari Januari hingga Juli lalu baru 70 juta dosis yang disuntikan.

“70 juta dosis tersebut untuk 73 juta vaksinasi pertama, dan 43 juta orang vaksinasi kedua. Hal itu menempatkan Indonesia ke rangking 6 dunia terkait jumlah terbanyak warga yang menjalani vaksinasi sesudah China, India, Amerika, Brazil, serta Jepang,” imbuhnya.

Tak hanya soal ketersediaan vaksin, Menkes juga menyebutkan penyebarluasan vaksinasi harus cepat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya masuknya varian Covid-19.

“Karena ada tiga varian baru yang sudah tersebut di beberapa negara yaitu C37 yang sudah menyebar ke 42 negara, yang kedua B.1.621 yang ditemukan di Colombia, dan yang terbaru adalah varian C.1.2 yang sudah menyebar ke 9 negara. Ketiga varian tersebut memang sedang dalam penelitian, namun harapan kami ketiga varian Covid-19 itu tidak masuk ke Indonesia. Maka dari itu vaksinasi harus lebih digencarkan,” tambahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved