Breaking News:

Berita Semarang

Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan, DPU Kota Semarang Keruk Sedimentasi Saluran Air

Hujan mulai mengguyur Kota Semarang beberapa hari terakhir. Di beberapa wilayah, biasanya banjir menjadi momok masyarakat saat musim penghujan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan mulai mengguyur Kota Semarang beberapa hari terakhir.

Di beberapa wilayah, biasanya banjir menjadi momok masyarakat saat musim penghujan.

Pemerintah Kota Semarang pun telah melakukan antisipasi sejak jauh hari.

Kasie Pengelolaan dan Pengembangan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Mochamad Hisam Ashari mengatakan, telah melakukan pengerukan sedimen dan lumpur di beberapa saluran air  terutama di wilayah yang berpotensi menimbulkan banjir atau genangan.

Pengerukan sedimen sudah dilakukan sejak musim kemarau atau sudah sekitar empat bulan lalu dan kini masih terus berjalan. 

Baca juga: Bisnis Digital Melesat, 110 Pelaku Usaha Kecil Kudus Dilatih Manajemen Keuangan dan Pemasaran Online

Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Senin 13 September 2021

Baca juga: Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Senin 13 September 2021

Sejauh ini, sudah ada 16 saluran air yang telah dikeruk diantaranya Wolter Monginsidi, Sringin Lama, Penggaron Lor, saluran Brigjend Sudiarto, Tlogomulyo, Genuk Indah, Tawangsari, Anjasmoro, Wana Mukti, dan Meteseh.

Kemudian, pengerukan sedimen juga telah dilakukan di Kali Seruni, Kali Asin, Kali Semarang ruas Lodan Raya, Kali Semarang ruas Bandarharjo, kantong lumpur Veteran, dan kantong lumpur Sriwijaya.

"Itu yang sudah kami keruk menggunakan alat berat. Di samping itu, kami melakukan pengerukan manual di sejumlah saluran air lainnya," terang Hisam, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, pengerukan sedimen di saluran besar dan sungai yang lebarnya dua meter atau lebih dilakukan menggunakan alat berat. Sedangkan, saluran kecil yang tidak dapat dijangkau menggunakan alat berat, petugas DPU melakukan pengerukan secara manual. Sudah lebih dari 50 saluran yang dilakukan pengerukan secara manual.

"Kalau aksesnya kecil, seperti di wilayah Tlogosari, kami tidak bisa menjangkau dengan alat berat karena manuvernya susah. Petugas langsung turun ke saluran, bawa ember untuk mengeruk secara manual," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved