Breaking News:

Berita Pati

Balai Arkeologi Yogyakarta Observasi Situs Watu Payon di Pati, Ada Relief Lambang Cakra

Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan kegiatan observasi di situs Watu Payon, Puncak Tremulus, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
Ragil Haryo/Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Pati
Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan kegiatan observasi di situs Watu Payon, Minggu (12/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan kegiatan observasi di situs Watu Payon, Minggu (12/9/2021).

Situs tersebut berada di Puncak Tremulus, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. 

Tim observator menemukan relief lambang Cakra yang mengindikasikan pengaruh Hindu di situs tersebut.

Hal itu diungkapkan Perwakilan Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Pati, Ragil Haryo. 

Dia menyebut, observasi ini dipimpin Hery Priswanto dari Balai Arkeologi Yogyakarta. 

Baca juga: Aktivitas Pengemudi Truk Pengangkut Sampah Usai Jalankan Tugas, Sujito: Rutin Bersihkan Kotoran Sapi

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Karanganyar Berlangsung, Bupati Larang Kantin Buka

Baca juga: Jaring Bibit Atlet Potensial, Yoyok Sukawi Ajak Semua Pihak Dukung Penyelenggaraan PON Papua

Kelompok pemuda setempat dan kelompok pegiat alam di Pati juga turut terlibat.

"Temuan ini sangat unik untuk kawasan Muria. Berbeda dari temuan yang lain yang berupa punden berundak maupun candi," jelas Ragil Haryo, Senin (13/9/2021).

Dia menambahkan, ada juga relief lambang cakra di bawah batu watu payon yang menandakan adanya pengaruh Hindu dalam ranah peribadatan.

"Perlu perhatian yang serius dari semua pihak untuk menjaga dan melestarikan benda yang bisa menjadi aset kekayaan Kabupaten Pati ini. Terutama menyelamatkan dari hal-hal yang bisa merusak dan menghilangkannya," jelas Ragil.

Untuk diketahui, situs ini pernah menjadi sasaran vandalisme oknum tidak bertanggung jawab.

Oknum tersebut mengecat seluruh bagian situs Watu Payon. 

Hal ini mengundang keprihatinan banyak kalangan. 

Baca juga: Boys Always be Boys, Jose Mourinho Merasa Seperti Bocah 12 Tahun saat Dampingi AS Roma di Serie A

Baca juga: Aktivitas Pengemudi Truk Pengangkut Sampah Usai Jalankan Tugas, Sujito: Rutin Bersihkan Kotoran Sapi

Baca juga: Kebakaran Bong Cino Pekalongan Gara-gara Orang Buang Rokok

Dimungkinkan, hal ini terjadi karena pengetahuan masyarakat tentang benda-benda cagar budaya masih minim.

Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta akan berada di Bumi Mina Tani sampai 19 September 2021. 

Mereka akan melakukan riset dan pendataan terhadap beberapa benda atau bangunan lain yang diperkirakan masuk dalam cagar budaya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved