Breaking News:

Berita Karanganyar

Bupati Karanganyar Punguti Sampah Alun-alun: World Clean Up Day

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memperingati World Clean Up Day dengan membersihkan sampah di sekitaran Alun-alun Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memperingati World Clean Up Day dengan membersihkan sampah di sekitaran Alun-alun Karanganyar, Senin (13/9/2021). 

Dalam kesempatan itu, turut terlibat jajaran Forkopimda serta ASN di lingkungan Setda Karanganyar.

Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi, kegiatan bersih-bersih yang biasanya dilakukan di bantaran sungai kali ini ditempatkan di sekitar Alun-alun.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, gerakan ini sebenarnya lebih ke partisipasi para relawan untuk ikut peduli terhadap lingkungan, utamanya terkait pencemaran di sungai. 

"Gerakan ini dilakukan untuk mendorong membangun kesadaran orang supaya memilah sampah dari rumah dan tidak boleh buang sampah sembarangan seperti sungai," katanya. 

Pemerintah telah berupaya melalui program jambanisasi. Selain itu sampah di sungai juga dibersihkan dan menebar benih ikan dalam rangka menjaga lingkungan. 

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Bambang Djatmiko mengatakan, tim dari provinsi dan kabupaten serta kota Se-Soloraya telah melakukan monitoring di aliran sungai Bengawan Solo. 

"Dari hasil monitoring dan cek lokasi itu, bisa dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun ini jauh lebih bagus walaupun ada pencemaran yang notabene di wilayah luar Kabupaten Karanganyar," ucapnya. 

Dia menjelaskan, telah mengundang beberapa perusahaan yang lokasinya berada di sekitar anak sungai Bengawan Solo pada awal tahun ini. Ada 11 perusahaan yang mendapatkan sanksi administrasi. 

"Alhamdulillah perusahaan memberikan progres cukup baik. Sehingga tim provinsi datang bulan ini, musim kemarau tidak didapati pencemaran di Karanganyar. Karena ketika dijatuhi sanksi administrasi mereka kemudian memperbaiki IPAL-nya. Kemudian tim kami dan provinsi mengecek apakah benar. Alhamdulillah hasilnya seperti itu. Apakah kami sebatas itu, tidak. Dua minggu kemarin, kami menerjunkan tim, selain cek indeks kualitas air, kami cek juga anak sungai Bengawan solo," ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga telah mengambil sampel air dari sungai Bengawan Solo dan saat ini masih menunggu hasil laboratoriumnya. Hasil laboratorium itu nanti akan menjadi bahan analisis untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah lebih digencarkan sosialisasi lagi atau lainnya. 

"Bukan berarti air bersih tidak tercemar. Kami ambil sampel," jelasnya. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved