Breaking News:

Berita Pendidikan

Dreamlight Creative School (DLCS) Ungaran Tak Persoalkan Adaptasi Pembelajaran Tatap Muka 

Dengan tidak adanya sekolah tatap muka selama pandemi justru banyak segi positifnya untuk masa depan. Demikian disampaikan Founder DLCS Eko Nugroho

Penulis: hermawan Endra | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
Suasana belajar di luar kelas Dreamlights Creative School 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah hampir dua tahun memakai sistem daring dalam pelaksanaan pembelajaran, kini sekolah memulai kembali pembelajaran tatap muka.

Hal itu memaksa sekolah melakukan adaptasi dalam masa transisi.

Founder Dreamlight Creative School (DLCS) Ungaran, Kabupaten Semarang, Nugroho, MBA mengatakan, proses adaptasi di lingkungan Dreamlight Creative School (DLCS) Ungaran, Kabupaten Semarang, tidak lagi menjadi persoalan.

Sebab sekolah kejuruan ketrampilan Multimedia dengan jurusan Broadcasting dan Animasi itu jauh-jauh hari telah terbiasa dengan konsep aplikatif dimana belajar di luar ruang.

Baca juga: Geng Wanita Cantik Korban Arisan Bodong Geruduk Acara Nikahan, Keluarga Murka Lihat Karangan Bunga

Baca juga: Disdikbud Kendal Siapkan 192 Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Menurutnya, pembelajaran online selama masa pandemi tidak berdampak buruk pada dunia pendidikan seperti yang selama ini dikeluhkan banyak pihak.

Pihaknya menilai, dengan tidak adanya sekolah tatap muka selama pandemi justru sangat banyak segi positifnya untuk masa depan.

"Saya lihat dengan cara daring seorang siswa bisa lebih mandiri (self-learning).  Siswa tidak lagi terpaksa untuk duduk berjam-jam di kelas mengikuti pelajaran yang sebenarnya tidak diminati.  Proses transformasi ilmu tidak lagi melulu teori yang diberikan guru, tapi lebih ke aplikasi penerapan ilmu yang siswa sudah dapat dari berbagai sumber informasi online. Pendidikan masa depan adalah siswa hanya akan belajar apa yang mereka minati. jadi lebih proaktif menurut interestnya masing-masing siswa," kata Eko Nugroho, Senin (13/9).

Eko Nugroho yang juga pendiri Dreamlight World Media (DWM) itu mengakui, dengan adanya pandemi ini justru memaksa percepatan cara pikir guru dan siswa untuk siap menghadapi perubahan pola belajar di masa depan.  

Di masa depan semua sekolah yang pola belajarnya hanya transfer informasi dari guru ke murid akan berakhir tetapi akan digantikan sekolah-sekolah yang berbasis proyek dan riset dimana terjadi interaksi dan kolaborasi antar siswa dan guru sebagai mentor.

"Saat ini Dreamlight Creative School (DLCS) sudah menjadi sekolah dengan orientasi proyek dan riset, bukan sekolah dengan orientasi informasi lagi.  Siswa diberi kebebasan untuk mencari sumber informasi online yang tak terbatas sesuai dengan yang mereka butuhkan, sedangkan sekolah sepenuhnya menerapkan sistem aplikatif dengan menyediakan proyek-proyek kolaboratif, bahkan sebuah proyek kreatif media pengerjaannya bisa dilakukan secara lintas kelas. inilah pola yang sesuai dengan apa yang disebut Mendikbud Nadhiem Makarim sebagai Merdeka Belajar," tutup Eko Nugroho. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved