Breaking News:

Darurat Penjahat Kelamin

DUH GUSTI! Pria Paruh Baya di Jepara Tiga Kali Cabuli Gadis Tuna Rungu dan Tuna Wicara

Aksi biadab dilakukan pria paruh bayu berinisial KS. Ia tega mencabuli tetangganya, IN (16), gadis yang mengalami tuna rungu dan tuna wicara.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Catur waskito Edy
Satreskrim Polres Jepara
Kepsen: Pria paruh baya berinisial KS (64) ditangkap Satreskrim Polres Jepara setelah mencabuli tetangganya IN (16) sebanyak tiga kali. Selain masih di bawah umur, korban juga mengalami tuna rungu dan tuna wicara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA -- Aksi biadab dilakukan pria paruh bayu berinisial KS. Ia tega mencabuli tetangganya, IN (16), gadis yang mengalami tuna rungu dan tuna wicara.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi mengatakan, tersangka mencabuli korban di dua tempat.

"Satu kali di rumah korban, Dua kali di rumah pelaku," kata AKP M. Fachrur Rozi, Senin (13/9/2021).

Menurut Kasat Reskrim Polres Jepara, tersangka memberdaya korban dengan ancaman akan dibunuh dan iming-imingi uang, sehingga korban tidak melawan atas perbuatan bejat KS.

Lebih lanjut, Rozi menerangkan kejadian tersangka mencabuli korban terungkap setelah korban mengalami sakit perut.

Lalu orangtua korban memeriksakannya di bidan dan hasil dari pemeriksaan itu  diketahui korban sedang hamil 8 bulan. 

Ayah korban menanyai korban siapa pelaku yang menghamili. Korban  mengakui kepada orangtua bahwa pelakunya adalah KS. 

Setelah mengetahui pelaku yang mencabuli anaknya, orangtua IN melaporkan ke Polres Jepara.

Dari laporan tersebut Sat Reskrim Polres Jepara langsung memproses dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku. 

KS dibekuk di rumah pribadinya di salah satu desa di Kecamatan Pakis Aji, pada Kamis (9/9/2021). 

Menurut perwira polisi berpangkat Akp ini, tersangka dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

"Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Dan denda paling banyak Rp 15 Miliar," pungkasnya.(yun).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved