Breaking News:

Berita Tegal

Eko: Mudah-mudahan Virus Covid-19 Varian Mu Tidak Sampai Ke Kabupaten Tegal

Menanggapi varian baru virus corona tersebut, Kasi sistem informasi kesehatan Dinkes Kabupaten Tegal Eko BP Prabowo, berharap varian baru tersebut tid

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Ketua Tim Surveilan dan Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Eko BP Prabowo, saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (1/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pandemi Corona sampai saat ini masih menghantui beberapa wilayah di dunia tak terkecuali Indonesia dan mengerucut ke wilayah Kabupaten Tegal.

Meski beberapa minggu terakhir perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mengalami penurunan yang cukup drastis dengan rata-rata penambahan di angka 1-5 kasus per hari, namun bukan bearti masyarakat mulai lengah atau sudah terbebas dari virus ini.

Mengutip Tribunnews.com, baru-baru ini virus corona varian "Mu" muncul dan berpotensi lebih berbahaya dari varian virus corona lainnya.

Virus varian baru corona ini disebut "Mu" atau juga dikenal sebagai B.1.621.

Varian Mu merupakan mutasi dari virus corona lainnya yang mungkin memiliki konsentrasi berbeda dari varian lainnya.

Menanggapi varian baru virus corona tersebut, Kasi sistem informasi kesehatan Dinkes Kabupaten Tegal Eko BP Prabowo, berharap varian baru tersebut tidak sampai masuk ke wilayah Kabupaten Tegal.

"Kalau saya pribadi tentu berharap jangan sampai corona varian Mu ini masuk ke wilayah Kabupaten Tegal. Namun kami tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi risiko atau masalah terberat apapun, intinya harus siap dan selalu waspada," jelas Eko, pada Tribunjateng.com, Minggu (12/9/2021).

Eko menyebut, salah satu ciri-ciri varian covid Mu adalah kebal terhadap vaksin. 

Dengan kata lain efikasi vaksin tidak berpengaruh kepada varian covid yang baru atau varian Mu. 

Adapun yang dimaksud efikasi adalah tingkat kemanjuran atau kemampuan vaksin dalam memberikan manfaat bagi individu yang divaksinasi. 

"Varian Mu ini bisa dibilang lebih pintar karena mutagen nya jauh lebih cepat dibandingkan virus yang lain. Saya harapannya ya jangan sampai masuk sini, tapi tetap kami harus melakukan langkah antisipasi," ungkapnya.

Eko menambahkan, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level sangat berpengaruh dengan penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal saat ini.

Mengingat semenjak PPKM, segala aktivitas atau mobilitas masyarakat dibatasi sehingga berdampak positif pada pengurangan kasus Covid-19.

"Selain PPKM, semakin tingginya minat masyarakat untuk divaksin Covid-19 juga sangat berpengaruh. Namun  saya imbau tetap wajib menerapkan protokol kesehatan 5M secara ketat jangan sampai abai," pesan Eko. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved