Breaking News:

Fokus

Fokus : Akhiri Kekerasan di Dunia Pendidikan

KEKERASAN di dunia pendidikan masih terus berlangsung dan memakan korban. Pekan ini, aksi pemukulan di sebuah lembaga pendidikan tinggi di Semarang

Penulis: erwin adrian | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG
Erwin Ardian Pemred Tribun Jateng 

Oleh Erwin Ardian

Wartawan Tribun Jateng

KEKERASAN di dunia pendidikan masih terus berlangsung dan memakan korban. Pekan ini, aksi pemukulan di sebuah lembaga pendidikan tinggi di Semarang berakhir tragis dengan meninggalnya seorang taruna.

Sebelumnya tawuran antar-sekolah juga menimbulkan korban siswa sekolah terluka akibat senjata tajam. Korban terluka parah hingga tangan kiri nyaris putus akibat disabet parang.

Selain korban meninggal dan terluka, dua aksi kekerasan yang melibatkan siswa lembaga pendidikan ini juga menimbulkan korban beberapa siswa dan taruna yang kini harus mendekam di sel tahanan.

Selain harus kehilangan kebebasan, mereka terancam kehilangan masa depan karena proses pendidikan terhambat selama menjalani proses hukum yang bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun.

Terungkapnya aksi kekerasan di dunia pendidikan di Indonesia seperti fenomena puncak gunung es.

Tak jarang munculnya kekerasan di setiap level jenjang pendidikan baru terungkap setelah ada korban. Diduga masih banyak kekerasan yang tak terungkap karena korban tak melapor.

Apakah kita harus menunggu ada siswa yang tewas atau terluka untuk mengetahui adanya kekerasan di sekolah? Apakah tak ada yang bisa kita lakukan, sehingga peristiwa ini terus berulang dan korban terus berjatuhan?

Di tengah upaya pemerintah untuk mewujudkan kembali sekolah tatap muka ketika pandemi masih berlangsung, harus ada langkah serius dan sistematis untuk mengakhiri kekerasan di dunia pendidikan kita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved