Breaking News:

Berita Jepara

Karimunjawa Jadi Destinasi Wisata Unggulan, Bupati Jepara Minta Rumah Adat di Sana Dipertahankan

Jika keberadaan rumah adat dapat dipertahankan, kata  itu bisa dijadikan obyek wisata. Sehingga, obyek wisata di Karimunjawa akan variatif

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: muslimah
Humas Pemkab Jepara
Bupati Jepara saat meninjau rumah adat di Karimunjawa. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Keberadaan rumah adat di Karimunjawa bisa jadi tambahan destinasi wisata. Dengan adanya rumah adat tersebut, wisatawan nantinya tak hanya menikmati suguhan pemandangan alam, tapi juga bisa menikmati wisata budaya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, pihaknya akan mempertahankan rumah adat tersebut. Karena keberadaan rumah adat tersebut menambah kekayaan keragaman budaya di Kabupaten Jepara, khususnya Karimunjawa.

"Kita berkomitmen untuk tetap mempertahankan rumah-rumah adat di kepulauan Karimunjawa. Selain untuk melestarikan, mempertahankan rumah-rumah adat dapat dijadikan destinasi wisata disini," kata Dian Kristiandi saat mengunjungi perkampungan Suku Bugis di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Minggu (12/9/2021).

Menurutnya, Karimunjawa ibarat miniatur Indonesia.  Ada beragam suku, mulai dari Suku Bugis, Madura, Jawa, Bajo, dan Mandar. Setiap suku itu tetap hidup dengan identitas kesukuan masing-masing. Satu identitas yang masih kentara adalah rumah adat.

Pria yang akrab disapa Andi itu mengakui, rumah adat Bugis yang banyak dijumpai di Pulai Kemujan, di Karimunjawa kian menipis.

"Saat ini rumah adat di Karimunjawa ini tinggal sedikit. Ini jangan sampai kita biarkan. Nanti kalau sudah hilang, kita akan kehilangan khazanah budaya luhur," imbuh Andi.

Jika keberadaan rumah adat dapat dipertahankan, kata  itu bisa dijadikan obyek wisata. Sehingga, obyek wisata di Karimunjawa akan variatif.

Menurut Andi, upaya mempertahankan rumah adat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen untuk tetap membangunkan rumah masyarakat berdasarkan suku masing-masing. 

“Misalnya nanti ada rumah panggung yang masuk dalam program RTLH, kita akan bangun  dengan tetap menjadi rumah panggung. Jika ada keharusan untuk membuat regulasi khusus, saya akan buatkan. Yang penting rumah adat harus tetap masih ada,” kata Andi.

Dia berharap melalui upaya tersebut masyarakat tetap bisa memiliki rumah layak huni dan tetap sesuai dengan identitas kesukuan masing-masing. (yun)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved