Breaking News:

Berita Karanganyar

Pembelajaran Tatap Muka di Karanganyar Berlangsung, Bupati Larang Kantin Buka

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengimbau kepada pihak sekolah supaya tidak membuka kantin sekolah dulu selama berlangsungnya simulasi PTM terbatas.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengimbau kepada pihak sekolah supaya tidak membuka kantin sekolah dulu selama berlangsungnya simulasi dan PTM terbatas yang dimulai pelaksanaannya pada Senin(13/9/2021). 

Pernyataan itu disampaikan Juliyatmono usai meninjau dan memberikan pembekalan terhadap peserta ujian P3K guru di SMKN 2 Karanganyar. 

Yuli sapaan akrabnya menyampaikan, pihak Disdikbud Karanganyar telah melakukan monitoring di beberapa sekolahan dan mendapatkan laporan terkait pelaksanaan simulasi dan PTM terbatas. 

Baca juga: Bisnis Digital Melesat, 110 Pelaku Usaha Kecil Kudus Dilatih Manajemen Keuangan dan Pemasaran Online

Baca juga: Bagaimana Foto Produk Bisa Memikat Konsumen saat Jualan Online, UKM Makanan Kudus Pelajari Tipsnya

Baca juga: Ikut Pelatihan Menjahit Busana di BLK, Febi Ingin Buka Lapangan Pekerjaan Usaha Sendiri

Secara umum simulasi dan PTM terbatas berjalan lancar dan anak-anak merasa senang dapat mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Dia menuturkan, tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah sekolah apabila setelah dilakukan evaluasi simulasi dan PTM berjalan lancar. 

Mengingat ada beberapa hal yang mesti disiapkan seperti kesiapan sekolah, guru, siswa dan orang tua murid. 

"Saya imbau kepala dinas dan sekolah, hindari, kantin jangan dibuka dulu dan pedagang (PKL) di depan sekolah untuk menghindari kerumunan. Mereka kan diantar orang tua, biar langsung pulang," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Sebelumnya Pemkab Karanganyar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar telah melakukan persiapan seperti vaksinasi bagi para pelajar. Dinas menyiapkan 20 ribu dosis vaksin jenis sinovac. Adapun vaksinasi telah dilakukan pada pekan lalu dan akan dilanjutkan secara bertahap.

Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Nurini Retno Hartati menambahkan, simulasi dan PTM terbatas tahap pertama diikuti 80 SMP terdiri dari negeri maupun swasta. Sedangkan sekolah tingkat PAUD dan SD dibatasi masing-masing per kecamatan 5 sekolah. 

Simulasi dan PTM terbatas tahap pertama ini akan berlangsung mulai hari ini, Senin (13/9/2021) hingga 25 September 2021. 

"PTM terbatas hanya SMPN 1 Karanganyar karena sebelumnya sudah uji coba, sekolah lainnya simulasi PTM," ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, apabila ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya mengikuti simulasi dan PTM terbatas tidak masalah karena itu hak mereka. Di sisi lain, selain pembelajaran tatap muka juga ada pembelajaran daring. 

"Yang tahu kondisi anaknya kan orang tua, itu tidak apa-apa. Haknya orang tua," jelasnya.

Selama berlangsungnya simulasi dan PTM terbatas, lanjut Nurini, pihak sekolah diwajibkan menyediakan ruang khusus untuk mengantisipasi apabila ada siswa yang tiba-tiba sakit. Evaluasi terkait simulasi dan PTM terbatas akan terus dilakukan sembari memantau perkembangannya.

"Nanti ditingkatkan tahap selanjutnya, SMP tetap semua. PAUD dan SD satu desa satu sekolahan. Kalau semua lancar," paparnya.  (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved