Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Disarankan Hubungi KNKT: Minta Rekomendasi Sigar Bencah

Pakar transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setidjowarno mengatakan, semestinya pemerintah daerah menghubungi KNKT.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Polisi melakukan pengecekan di lokasi kecelakaan maut di turunan Sigar Bencah, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setidjowarno mengatakan, semestinya pemerintah daerah menghubungi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendapat rekomendasi.

Menurutnya, rekomendasi itu tidak hanya untuk Dishub saja, namun juga untuk kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum, dan dinas terkait lainnya.

"Saya menyarankan Pemerintah Kota Semarang meniru Sleman agar menghubungi KNKT. Minimal dari pemkot menyampaikan masalah yang terjadi. Menurut saya, tidak semua angkutan barang bisa melewati wilayah Sigarbencah. Ada batas-batas kendaraan yang diperbolehkan," ucapnya.

Sebelumnya, Dishub Kota Semarang akan memasang rambu lalu lintas di kawasan tersebut.

Rambu-rambu dipasang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, pihaknya berencana mengundang Satlantas Polrestabes Semarang dan pihak-pihak terkait untuk koordinasi penanganan keselamatan lalu lintas di Jalan Imam Soeparto.

Menurutnya, Jalan Imam Soeparto dilihat dari kontur jalan memiliki geometris yang sangat tajam.

Perlu ada peringatan sebagai pemberitahuan kepada para pengendara.

Rambu tersebut antara lain peringatan turunan tajam, pengurangan kecepatan, serta imbauan untuk mengurangi gigi rendah.

Peringatan akan dipasang di titik 100 meter sebelum turunan Sigar Bencah atau tepatnya di seberang Koramil Tembalang.

Cermin tikungan juga dirasa perlu untuk memudahkan pengedara melihat kendaraan dari arah yang sama maupun arah berlawanan.

"Kami akan pasang cermin tikungan di Sigar Bencah. Sehingga, kendaraan yang datang dari arah atas maupun bawah bisa saling melihat kondisi lalu lintas saat di tikungan," jelasnya, Minggu (12/9). (rtp/eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved