Breaking News:

Berita Karanganyar

Peserta Ini Ikuti Ujian P3K Guru di Karanganyar Usai Jalani Persalinan Anak Pertama

Ambarwati (25) warga Kalijambe Kabupaten Sragen tampak duduk di sebuah kursi sembari menunggu giliran mengikuti ujian P3K guru

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Ambarwati (25) warga Kalijambe Kabupaten Sragen tampak duduk di sebuah kursi sembari menunggu giliran mengikuti ujian P3K guru di SMKN 2 Karanganyar, Senin (13/9/2021) sekira pukul 13.00.

Raut wajah perempuan itu tampak masih pucat usai menjalani proses persalinan anak pertamanya subuh tadi. Dia datang ke lokasi ujian didampingi sang suami, Indra Wiyanto (26). 

Keduanya datang ke SMKN 2 Karanganyar dengan mengendarai mobil. Ambar sapaan akrabnya dijadwalkan mengikuti ujian P3K guru pada pukul 13.00.
Ambar menceritakan, sudah mengalami kontraksi sejak Sabtu kemarin tapi belum ada tanda-tanda. Kemudian, dia bersama suaminya pulang dan kembali lagi ke bidan pada Minggu (12/9/2021) siang.

"Melahirkan tadi pagi pukul 04.55 di bidan. Anak laki-laki (proses persalinan normal)," katanya kepada Tribunjateng.com.

Dia mengungkapkan, proses persalinan di bidan berjalan lancar dan normal. Dia sudah berada di rumah pada pukul 07.30.

Dalam pendaftaran P3K, perempuan itu melamar formasi Guru Bahasa Indonesia di SMAN Colomadu. Sebelumnya dia telah mengabdi menjadi seorang guru di SMA wilayah Karanggede Kabupaten Boyolali sekitar 2 tahun lebih 7 bulan.

Dia memilih mendaftar di SMAN Colomadu lantaran jaraknya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggalnya. Perempuan berusia 25 tahun ini semula sudah menyangka waktu persalinan akan bertepatan dengan jadwal ujian P3K guru.

"Awalnya nyangka, kan sekitar dua hari lalu merasa (kontraksi). Lokasi ujian (jadwal) kan keluar Minggu malam kayaknya. Ya bismillah semoga tidak hari yang sama, ternyata hari yang sama. Takdirnya mungkin memang seperti itu," ucapnya.

Meski masih pucat dan lemas usai menjalani proses persalinan, dia mengaku tidak masalah tetap mengikuti ujian P3K guru. Sementara ini anak pertamanya itu dititipkan kepada nenek di rumah.

"Alhamdulillah sih mas, ya dijalani saja. Secara fisik tidak apa-apa. (Sakit) Pastinya ada, badan sakit semua. Ya tidak apa-apa dinikmati aja. Siapa tahu rejeki anak," ungkapnya.

Saat ditanya terkait nama anak laki-lakinya, Ambar mengaku belum ada gambaran.

Suami, Indra Wiyanto (26) menambahkan, hari perkiraan lahiran (HPL) itu masih tanggal 23 September 2021. Akan tetapi ternyata maju 10 hari.

Sementara itu. Pelaksana Lapangan Panitia Ujian P3K Guru Kabupaten Karanganyar, Sawaldi mengatakan, sebenarnya ada kelonggaran bagi peserta ujian P3K guru apabila ada alasan jelas yang mengharuskannya tidak dapat mengikuti ujian.

"Bisa kalau ada surat keterangan dari rumah sakit, nanti diikutkan ujian susulan. Tadi sudah taren (menawarkan) kepada yang bersangkutan. Kalau memang tidak kuat silahkan, nanti kita usulkan tapi beliau kuat. Tadi saya cek ke ruangan, saya kuat Pak, tidak akan pingsan," jelasnya. (Ais).

Baca juga: Video Vaksinasi Siswa SMPN 1 Slawi Percepat Herd Imunity di Sekolah

Baca juga: Hartopo Pastikan Protokol Kesehatan PTM di SDIT AL-Islam Kudus

Baca juga: Pengurus APSAI Sragen Periode 2021/2023 Dilantik

Baca juga: 9 Orang Tidak Hadir Saat Ujian PPPK Guru di Karanganyar Hari Pertama

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved