Breaking News:

Berita Sragen

Sat Resnarkoba Polres Sragen Kembali Ringkus Pengedar Obat-obatan Terlarang di Galeh, Tangen

Sat Resnarkoba Polres Sragen kembali meringkus pengedar obat-obatan terlarang Trihexyphenidyl bernama Suris (30

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Polres Sragen
Suris bersama barang bukti Pengedar Obat-obatan Terlarang di Dukuh Galeh RT 001, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen 

 
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sat Resnarkoba Polres Sragen kembali meringkus pengedar obat-obatan terlarang Trihexyphenidyl bernama Suris (30).

Suris ditangkap dikediaman orangtuanya di Dukuh Galeh RT 001, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Sabtu (11/9/2021).

Penangkapan Suris bermula ketika anggota Sat Narkoba Polres Sragen mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di TKP ada salah satu orang yang di duga menjual obat-obatan terlarang.

Atas dasar informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Sragen, AKP Rini Pangestuti meminta Kanit Opsnal Ipda Agus Warsito bersama anggota memastikan laporan tersebut.

Setelah sampai dilokasi, anggota langsung melakukan patroli dan pemantauan di lingkungan yang telah didapat dari masyarakat tersebut.

"Setelah melakukan pemantauan, anggota langsung menuju ke sebuah rumah seseorang yang di curigai sebagai pengedar obat-obatan terlarang tersebut."

"Kemudian petugas mengamankan seorang laki-laki kemudian di introgasi mengaku bernama Suris," terang AKP Rini, Senin (13/9/2021).

Anggota melakukan penggeledahan rumah tersebut dengan sejumlah saksi. Anggota Satnarkoba menemukan bungkusan plastik warna hitam yang disimpan di atas lemari kamar milik pelaku.

Setelah dibuka, bungkusan plastik tersebut berisikan obat-obatan jenis Trihexphenidyl sebanyak 500 butir yang diakui milik pelaku.

Hasil penyelidikan, pelaku membeli barang haram tersebut dengan cara memesan melalui akun obat herbal di Facebook.

"Pelaku mengaku pembelian obat-obatan ini dengan tujuan di konsumsi sendiri serta dijual kepada teman- temannya untuk mendapatkan keuntungan," lanjut Rini.

Atas pengakuan tersebut, pelaku dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Sragen guna proses penyidikan lebih lanjut. Rini melanjutkan dalam hal ini, pelaku berstatus sebagai pengedar.

Pelaku terjerat Pasal 196 atau Pasal 197 UU R I No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved