Berita Kendal

266 Kepala Desa Masuk Paguyuban Kades Bahurekso Kendal, Komitmen Soal Sampah Plastik

Paguyuban Kades Bahurekso dilantik Bupati Kendal Dico M Ganinduto, berkomitmen mengurangi sampah plastik.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Bupati Kendal Dico M Ganinduto memberikan ucapan selamat kepada pengurus Paguyuban Kades Bahurekso yang dikukuhkan pada, Selasa (14/9/2021). 

"Kita akan kampanyekan terus gerakan anti sampah plastik. Bersama mengelola BumDes untuk mengelola sampah dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat," terangnya. 

Diketahui, ajakan menangani sampah plastik tertuang dalam Peraturan Bupati Kendal Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik di Kabupaten Kendal.

Pada Bab III Pasal 4 dijelaskan, pelaku usaha seperti perhotelan, restoran, rumah makan, kafe, penjual makanan, toko modern, hingga pedagang pada umumnya dilarang menyediakan kantong plastik, pipet minum plastik atau sterofoam.

Pengelola menggantinya dengan menyediakan bungkus dengan bahan yang ramah lingkungan.

Selain itu, pada Bab IV Pasal 5 menerangkan bahwa, masyarakat bisa berperan serta mengurangi sampah plastik dengan membentuk bak sampah dan komunitas daur ulang sampah.

Selain itu, terdapat sanksi bagi pelanggar peraturan yang tertera pada Bab VI pasal 7, mulai dari teguran tertulis, paksaan pemerintah, pencabutan sementara izin usaha, hingga pencabutan permanen izin usaha.

Terpisah, Plt DLH Kendal Sudaryanto menambahkan, pihaknya berencana memasang pipa besi yang ditanam di bawah sampah TPA Darupono lama.

Tujuannya untuk mengeluarkan gas metan di bawah tumpukan sampah agar bisa didaur ulang tanpa menimbulkan ledakan. 

Program tersebut rencananya direalisasikan pada Oktober nanti agar sampah yang menggunung di TPA Darupono lama bisa diproses kembali. 

"Itu (pemasangan pipa, red) adalah penanganan jangka pendek. Jangka panjangnya, sampah yang sudah mulai membusuk akan dibawa ke TPA baru untuk diproses, namun butuh anggaran juga," terangnya. 

Disamping itu, pihaknya sudah meneruskan surat edaran terkait penanganan sampah plastik ke tiap-tiap kecamatan untuk diteruskan ke desa-desa. 

Ia berharap, pemerintah desa hingga tokoh masyarakat berperan aktif dalam mensosialisasikan gerakan anti sampah plastik agar masyarakat teredukasi.

"Yang memiliki kewenangan untuk itu di desa. Bisa juga buat Bumdes sebagai tempat mengelola sampah. Nantinya, masyarakat diedukasi dari cara pemilahan, pemrosesan, hingga pengelolaan sampah," tuturnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved