Breaking News:

Kota Semarang

838 Anak di Kota Semarang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat 838 anak di Kota Lunpia kehilangan orang tua akibat Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
ilustrasi pemberian bantuan kepada anak yatim piatu. Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin, memberi bantuan berupa peralatan sekolah kepada anak yatim piatu, pada momen Ramadan lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat 838 anak di Kota Lunpia kehilangan orang tua akibat Covid-19.

Kepala DP3A Kota Semarang, M Khadik merinci, pendataan pertama dilakukan hingga Juni lalu. Ada sebanyak 407 anak yatim/piatu yang kehilangan orang tua meninggal karena terpapar Covid-19.

Pihaknya pun telah memberikan stimulan dan penanganan kepada 407 anak tersebut, diantaranya pemberian bantuan sembako dan pemindahan ke sekolah negeri.

Namun, anak yatim/piatu yang kehilangan orang tua karena Covid-19 ternyata belum seluruhnya terdata. Pihaknya kembali melakukan pendataan mulai Juni hingga akhir Agustus. Tercatat, ada tambahan sebanyak 431 anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19.

"Jadi, jumlahnya ada 838 anak yatim/piatu. Kami siapkan langkah penanganan selanjutnya. Ada penanganan jangka pendek dan jangka panjang," terangnya.

Penanganan jangka pendek, kata dia, berupa berbagai jenis bantuan untuk meringankan beban anak, termasuk beasiswa. Menurutnya, banyak pihak yang antusias membantu anak yatim/piatu diantaranya Baznas, Laziz, sejumlah solidarity community, dan pihak lainnya.

Adapun penanganan jangka panjang, DP3A menggandeng berbagai lembaga melakukan pendampingan psikologis, termasuk parenting.

"Salah satunya Soft Children. Ini kemarin sudah mengadakan rapid assessment untuk 52 anak. Kemarin, kami juga sudah mendatangi 30 anak untuk mengetahui kondisi mereka, kebutuhan mendesak meraka apa saja, ini sedang dalam proses penanganan," jelasnya.

Khadik menyampaikan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menginginkan anak yatim/piatu di Kota Semarang harus diberi jaminan pendidikan supaya memiliki masa depan yang lebih baik.

Hal ini akan diupayakan melalui penanganan baik jangka panjang dan jangka pendek. DPRD, kata dia, juga mendukung penanganan dari aspek penganggaran APBD.

"Kebetulan kemarin kami dialog dengan DPRD. Pada prinsipnya, DPRD mendukung untuk penanganan lebih lanjut karena kita tidak hanya insidentil jangka pendek saja. Dewan berkomitmen mendukung dari aspek penganggarannya," terang Khadik. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved