Breaking News:

Berita Pekalongan

Deklarasikan Sekolah Ramah Anak, Wali Kota Aaf: Anak Harus Terawasi dan Terfasilitasi

Dalam momentum Milad ke-2, Sekolah Islam Al Azhar Kota Pekalongan, Jawa Tengah mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sekolah sudah seharusnya menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi siswa.

Salah satu upaya untuk mencapai kenyamanan tersebut, yakni dengan dikembangkannya Sekolah Ramah Anak (SRA). 

Dalam momentum Milad ke-2, Sekolah Islam Al Azhar Kota Pekalongan, Jawa Tengah mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Deklarasi ini bertujuan untuk menjamin sekolah tempat yang ramah dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi atas Milad ke-2 sekaligus pendeklarasian sekolah Islam Al-Azhar Kota Pekalongan menjadi sekolah ramah anak.

Pihaknya mengungkapkan bahwa, pendeklarasian ini merupakan ketiga kalinya dirinya meresmikan SRA di jenjang pendidikan sejak awal tahun 2021.

Baca juga: Cara Hendi Dinginkan Kota Semarang, Saat Suhu Panas Ekstrim, Ada Penyemprot Udara Dingin di Jalanan

Baca juga: Debut di Laga Lawan Persija Jakarta, Gelandang PSIS Semarang Reza Irfana Akui Gugup

Baca juga: Bupati Dico Minta Sinok dan Sinang Kendal 2021 Bersinergi Dukung Pariwisata Daerah

"Momentum ini menjadi komitmen bersama untuk Sekolah Ramah Anak. Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik dalam mewujudkan generasi penerus Kota Pekalongan yang berakhlaqul karimah," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com usai menghadiri Milad ke-2, Sekolah Islam Al Azhar Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (14/9/2021). 

Menurut Wali Kota, Kota Pekalongan selama 3 tahun ini telah meraih predikat kota layak anak dan pihaknya terus mendorong sekolah-sekolah menjadi sekolah ramah anak.

Seperti diketahui, SRA adalah sekolah yang terbuka dan melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

"Oleh karena itu, saya ingin semua sekolah-sekolah di Kota Pekalongan bisa menyandang Sekolah Ramah Anak. Dengan begitu, anak-anak sebagai generasi muda harus betul-betul terawasi dan terfasilitasi agar mereka mampu mengembangkan hobi dan bakatnya dalam wadah kegiatan-kegiatan yang positif dan menjauhi kegiatan-kegiatan negatif seperti terjerat kasus narkoba, kriminal, dan sebagainya. Ini perlu komitmen bersama dalam mencapai itu semua," ujar Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso mengatakan, SD dan SMP di Kota Pekalongan hampir seluruhnya sudah SRA, sementara jenjang PAUD dan TK belum semuanya.

Kemudian dalam penerapan SRA, perlu partisipasi dan peran semua pihak terkait baik pemerintah, sekolah, orangtua, masyarakat, media, dan sebagainya dalam menjamin hak-hak anak.

"Minimal hak kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan pengasuhan mereka terpenuhi. Apabila hak-hak itu tidak disinergikan tidak akan berjalan, jika tidak didukung dari partisipasi orangtua, masyarakat, dan stakeholder terkait lainnya. Pasalnya, setelah SRA ini dideklarasi pasti sekolah ini merupakan sekolah holistik terintegrasi yakni semua hak anak akan mencoba dipenuhi dan semua stakeholder terkait harus ada didalamnya," katanya.

Baca juga: Zara Adhisty Komentari Postingan Instagram Penyanyi Pamungkas, Netizen: Jangan yang Ini Please

Baca juga: Menko Airlangga : Sistem Aplikasi KEK Memberikan Kemudahan bagi BU dan PU Peroleh Fasilitas KEK

Baca juga: Mudahkan Warga Kudus Ingin Bikin Paspor, Kantor Imigrasi Semarang Buka Layanan di Disdukcapil Kudus

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Psikologi Bimbingan Konseling Sekolah Islam Al-Alzhar Kota Pekalongan M. Fikri Maulana menerangkan, bahwa sesuai komponen SRA sudah terpenuhi di Sekolah Islam Al-Azhar Kota Pekalongan baik kurikulum yang ramah anak, sarpras yang ramah anak, keterlibatan orangtua, stakeholder, instansi pemerintah, dan swasta.

"Dalam mendukung SRA, Sekolah Al-Azhar telah memaksimalkan beberapa inovasi yaitu talkshow canting mengenai pendidikan keluarga, podcast anak dan e-magazine tentang aspirasi, pengembangan bakat minat anak, serta ada unit layanan psikologi dan bimbingan konseling," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved