Breaking News:

Berita Semarang

Dishub Semarang Beri Penyuluhan kepada Operator Angkutan Barang, Standar Layak Jalan Harus Dipatuhi

Dishub Kota Semarang melakukan penyuluhan kepada operator angkutan barang, khusus, dan hewan, di kantor Dishub, Selasa (14/9/2021).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan penyuluhan kepada operator angkutan barang, khusus, dan hewan, di kantor Dishub, Selasa (14/9/2021).

Penyuluhan berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari beberapa instansi yaitu Satlantas Polrestabes Semarang, Jasa Raharja, dan Dishub sendiri.

Kasie Angkutan Barang, Khusus, dan Hewan, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Andreas Catur Adi Kristianto mengatakan, penyuluhan ini rutin dilakukan untuk memberi pemahaman kepada operator yang tergabung dalam Organda Pelabuhan Tanjung Emas dan Aptrindo Kota Semarang.

Mereka diharapkan bisa menjaga keselamatan saat dalam perjalanan.

Baca juga: Viral Tante-tante Ambil Kembali Barang Berondongnya yang Dia Belikan Gara-gara Putus Cinta

Baca juga: Ukur Kondisi Fisik dan Kesehatan Jasmani Anggota, Polres Tegal Adakan Tes Kesamaptaan

Baca juga: Kepala KPPBC Kudus Janjikan Beri Insentif Bagi Warga Yang Bisa Lapor Keberadaan Rokok Ilegal

"Driver saat menjalankan kendaraan harus betul-betuk safety mulai dari kelengkapan surat-surat, kendaraan laik jalan, dan harus mematuhi rambu lalu lintas. Mereka harus tahu bagaimana berlalu lintas yang baik," jelas Andreas.

Menurutnya, angkutan di Semarang didominasi angkutan barang umum, diantaranya angkutan yang mengangkut sembako, pasir, batu, bahan bangunan, dan sebagainya.

Angkutan barang harus memperhatikan kendaraannya sesuai standar.

"Tinggi tidak boleh melebihi 4,2 meter. Lebar tidak boleh melebihi 1,7 meter. Kalau berat, masing-masing kendaraan sudah ada standarnya di buku uji KIR," jelasnya.

Dia menilai, sejauh ini masih ada saja kendaraan yang masih melebihi kapasitas atau seringkali disebut over dimension over load (ODOL).

Maka, dengan penyuluhan ini diharapkan para driver maupun pengusaha bisa mematuhi aturan yang berlaku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved