Breaking News:

KKN IAIN Kudus

KKN-IK IAIN Kudus di Pati Kupas Permasalahan Keluarga dari Buku Menyelami Telaga Kebahagiaan

Tim KKN-IK IAIN Kudus Kecamatan Pati bekerjasama dengan Mubadalah.id website yang mengkampanyekan islam ramah.

Editor: abduh imanulhaq
KKN IAIN KUDUS
Bedah buku berjudul “Menyelami Telaga Kebahagiaan” pada Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tim KKN-IK IAIN Kudus yang bertugas di Kecamatan Pati menyelenggarakan Bedah Buku “Menyelami Telaga Kebahagiaan”, Jumat (10/9/2021).

Bedah buku ini bekerjasama dengan Mubadalah.id, website yang mengkampanyekan islam ramah.

​Dr. Hj. Nur Mahmudah, MA. selaku DPL KKN-IK Kecamatan Pati sekaligus mewakili PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) IAIN Kudus menyampaikan kegiatan ini mengkaji secara khusus Kitab Manba’us Sa’adah karya Kang Faqih yang mengupas tuntas berbagai permasalahan keluarga.

Gagasan dari para narasumber diabadikan menjadi sebuah buku berjudul “Menyelami Telaga Kebahagiaan: Bersama 20 Ulama Perempuan” yang ditulis oleh para peserta terbaik kelas tersebut.

“Kegiatan kali ini membedah buku tersebut yang dikemas dalam forum diskusi komunitas dalam rangka mengedukasi para santri membangun kebahagiaan dalam rumah tangga baik pra maupun pasca nikah,” jelasnya.

​Mahmudah lebih lanjut menerangkan pada dasarnya semua orang memang ingin dipahami.

Maka apabila kita ingin dipahami, kita harus pandai-pandai memahami orang lain, khususnya keluarga sebagai yang terdekat dengan kita.

​“Untuk menuju keluarga yang bahagia dunia-akhirat dibutuhkan pemahaman mengenai prinsip dasar rumah tangga bahagia. Ada ta'awun (kerjasama) dan musyarokah (kesalingan), baik anak kepada orang tua, sesama saudara, orangtua kepada anak, suami kepada istri dan sebaliknya, dan seterusnya,” tuturnya.

Bedah buku dilakukan secara offline dan online, disiarkan langsung oleh akun Instagram KKN-IK Kecamatan Pati @kkn.ik_kecamatanpati21 dan akun Facebook official Ponpes Al-Ikhlas Pati Kota.

Kordes KKN IK Kec. Pati menyampaikan tujuan kegiatan ini memperkenalkan gagasan dan pengalaman ulama perempuan agar dimanfaatkan santri untuk pandangan nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.

​“Harapannya dari acara bedah buku ini mampu memperkuat pandangan santri tentang moderasi beragama yaitu penghargaan atas upaya dan gagasan ulama perempuan mewujudkan keluarga yang bahagia dalam keluarga maupun masyarakat,” jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved