Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Luhut Bilang Tren Kematian Covid-19 di Kab Tegal Meningkat, Ini Penjelasan Jubir Penanganan Covid-19

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny menanggapi jumlah kasus kematian Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, beberapa waktu lalu saat sedang menghadiri kegiatan. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam konferensi pers virtual penanganan Covid-19 Jawa-Bali yang digelar pada Senin (13/9/2021) kemarin, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyoroti tiga daerah di wilayah Jawa Tengah yang mengalami peningkatan angka kematian Covid-19 di tengah pemberlakuan PPKM level.

Adapun tiga wilayah yang dimaksud yaitu Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Tegal.

Menanggapi kabar tersebut, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny menjelaskan, jika melihat data real di lapangan jumlah kasus kematian atau tren kematian Covid-19 di Kabupaten Tegal tergolong sedikit (menurun). 

Namun, Sarmanah tidak menampik jika seminggu terakhir ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 25 kasus. 

Baca juga: 8,7 Juta Orang di Jateng Telah Divaksin, Gubernur Ganjar: Kita Masih Perlu Percepatan

Baca juga: Sekolah Dimulai, Gubernur Ganjar Pranowo Minta Laporan Harian Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Wali Kota Pekalongan Ajak Masyarakat Pantau Saluran Air Waspada Banjir: Jaga Kebersihan Lingkungan

Dari jumlah 25 kasus tersebut empat di antaranya meninggal dunia.

Sehingga jika dipersentase, maka angka kematian di Kabupaten Tegal sebesar 16 persen.

"Sebetulnya angka kematian di Kabupaten Tegal menurun drastis jika dibandingkan saat bulan Juni-Juli 2021 lalu. Tapi seminggu terakhir memang ada penambahan 25 kasus Covid-19 baru dan empat di antaranya meninggal dunia. Sehingga perhitungannya empat banding 25 hasilnya 0,16 atau 16 persen," jelas Sarmanah, saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (14/9/2021).

Ditanya mengenai saat ini Kabupaten Tegal turun menjadi PPKM level 3, padahal sebelumnya level 2, Sarmanah mengungkapkan penurunan level terjadi karena salah satu indikator yaitu vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Tegal belum mencapai 50 persen.

Sehingga saat ini pihaknya sedang gencar melaksanakan vaksinasi supaya target 70 persen atau 1,2 juta warga Kabupaten Tegal yang divaksin bisa tercapai.

"Jika tren kasus sudah turun, maka yang harus digenjot adalah vaksinasi nya. Sementara fakta di lapangan mencapai target 50 persen saja cukup sulit bagi kita karena jumlah warga yang sangat banyak. Adapun sampai saat ini capaian vaksinasi kita di angka 23 persen," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved