Breaking News:

Berita Sragen

Temui Hajatan Tak Sesuai Peraturan, Bupati Sragen Minta Camat Bubarkan Acara

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati temukan hajatan di Desa Mlale, Kecamatan Jenar tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
Trantib Jenar
ILUSTRASI: Kades Jenar, Samto usai menggulingkan dua meja di salah satu hajatan warganya di Dukuh Betari, Jumat (16/7/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati temukan salah satu warga yang gelar hajatan di Desa Mlale, Kecamatan Jenar tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Mendapati hal tersebut, Bupati langsung meminta Camat setempat untuk membubarkan hajatan karena tidak sesuai dengan peraturan di Intrusi Bupati (Inbup).

"Kemarin waktu saya ke Kecamatan Jenar, Desa Mlale ada hajatan yang tidak sesuai dengan Inbup dan itu saya minta bubarkan," kata Bupati Yuni usai rapat paripurna di DPRD, Selasa (14/9/2021).

Yuni menerangkan dalam Inbup, tamu dalam hajatan hanya 20 orang dan hajatan berlangsung secara banyu mili.

Baca juga: Sekolah Dimulai, Gubernur Ganjar Pranowo Minta Laporan Harian Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Dishub Semarang Beri Penyuluhan kepada Operator Angkutan Barang, Standar Layak Jalan Harus Dipatuhi

Baca juga: Debut di Laga Lawan Persija Jakarta, Gelandang PSIS Semarang Reza Irfana Akui Gugup

Selain itu, hidangan tidak boleh disajikan, namun dibungkus dan dibawa pulang.

Selain itu, semua prokes harus dipenuhi seperti menyediakan cairan hand sanitizer, penggunaan masker, dan sebagainya.

Yuni mengaku dalam hajatan tersebut hal itu tidak dilakukan.

"Saya sudah instruksi ke seluruh camat, pastikan kepala desa memahami betul Inbup dan jika satgas desa tidak berani untuk mendisiplinkan biar satgas kecamatan yang bekerja," tegasnya.

Ketidaktaatan masyarakat terhadap Prokes inilah yang membuat dirinya mengusulkan Raperda tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Yuni mengaku meskipun dirinya telah membuat peraturan bupati (perbup) pihaknya tidak boleh melakukan denda atau sanksi. Sehingga diperkuat dengan Perda.

Penurunan Kasus Harian Covid-19

Sementara itu, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Sragen terus mengalami penurunan. Selama dua hari terakhir penambahan kasus tidak mencapai 10 kasus.

Baca juga: Mahasiswa Unsoed Purwokerto Ubah Limbah Ampas Tahu Jadi Mikrokapsul untuk Pakan Ikan

Baca juga: Cara Hendi Dinginkan Kota Semarang, Saat Suhu Panas Ekstrim, Ada Penyemprot Udara Dingin di Jalanan

Baca juga: Mudahkan Warga Kudus Ingin Bikin Paspor, Kantor Imigrasi Semarang Buka Layanan di Disdukcapil Kudus

Meski kasus terus menurun, Yuni meminta agar masyarakat tidak lengah dan kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi perhatian pihaknya terlebih hajatan pernikahan.

Yuni mengaku telah banyak warganya yang mengajukan izin menyelenggarakan hajatan pernikahan. Dirinya meminta satgas harus lebih detail dan berani bertindak.

"Selain satgas harus lebih detail, kita akan tingkatkan kegiatan tracing dan tracking mengingat kegiatan masyarakat sudah mulai lagi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved