Breaking News:

Berita Internasional

Trump Khawatir Senjata Amerika yang Tertinggal di Afghanistan Dimodifikasi China & Rusia

Trump mengkhawatirkan adanya peluang persenjataan AS bisa saja dimanfaatkan China dan Rusia. Trump jadi salah satu tokoh yang cukup rajin mengkritik

Editor: m nur huda
AP PHOTO/JOHN RAOUX
Eks Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC) pada Minggu (28/2/2021) di Orlando, Florida. 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyoroti banyaknya senjata Amerika Serikat yang ditinggal di Afghanistan setelah penarikan pasukan dari negara tersebut.

Trump mengkhawatirkan adanya peluang persenjataan AS bisa saja dimanfaatkan China dan Rusia.

Trump jadi salah satu tokoh yang cukup rajin mengkritik kebijakan Presiden AS Joe Biden untuk menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan.

Menurutnya, langkah tersebut adalah awal mula dari kekacauan baru di Afghanistan, bahkan di AS.

Kali ini Trump memusatkan perhatiannya pada peralatan militer AS yang banyak tertinggal di sana.

Seorang pejuang Taliban (kiri) mengambil gambar helikopter MD 530 Angkatan Udara Afghanistan yang rusak dengan ponselnya di dekat hanggar di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu.
Seorang pejuang Taliban (kiri) mengambil gambar helikopter MD 530 Angkatan Udara Afghanistan yang rusak dengan ponselnya di dekat hanggar di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu. (Tribunnews.com/WAKIL KOHSAR / AFP)

Trump khawatir China dan Rusia akan datang dan merekayasa beragam peralatan militer buatan AS tersebut.

"Saya jamin bahwa China dan Rusia sudah memiliki helikopter Apache kita dan mereka membongkarnya untuk mengetahui dengan tepat bagaimana mereka dibuat. Mereka memisahkannya sehingga mereka bisa membuat peralatan yang sama persis," kata Trump dalam wawancaranya dalam program Full Measure, seperti dikutip Sputnik News.

Trump sangat percaya bahwa China dan Rusia sangat mahir dalam merekayasa peralatan militer buatan negara. Meninggalkan peralatan militer kepada mereka dianggap Trump sebagai sesuatu yang memalukan.

Kekhawatiran Trump ini didasarkan pada dekatnya China dan Rusia dengan Taliban belakangan ini. Kedua negara rival AS tersebut telah berulang kali menunjukkan perhatian lebih kepada Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Bukan tidak mungkin jika dalam waktu dekat keduanya akan datang untuk melakukan pembicaraan resmi dengan petinggi Taliban.

Lebih lanjut, Trump juga meragukan gagasan bahwa perang AS di Afghanistan telah berakhir. Trump juga meragukan latar belakang orang-orang Afghanistan yang dievakuasi ke AS. Orang-orang dengan latar belakang tidak jelas ini dinilai bisa menjadi masalah baru di AS.

"Mereka belum tentu penerjemah, mereka adalah orang-orang yang terburu-buru naik ke pesawat. Mereka akan menjadi teroris karena mereka sangat kuat dan sangat energik saat naik ke pesawat," lanjut Trump.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memperkirakan setidaknya ada 170 buah perlengkapan militer yang ditinggalkan AS di Afghanistan. Menurut Kepala Jenderal CENTCOM Kenneth McKenzie, sebagian besar di antaranya telah didemiliterisasi atau dibuat tidak dapat dioperasikan.

Melansir USA Today, setidaknya terdapat 70 kendaraan tahan ranjau, 27 mobil Humvee, dan 73 pesawat. Namun Jenderal McKenzie meyakinkan bahwa seluruh pesawat tidak akan bisa diterbangkan lagi.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, sejumlah besar peralatan militer telah disita oleh Taliban. Para pejabat militer juga sangat meragukan bahwa Taliban akan mengembalikannya kepada AS.(*Kontan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved