Breaking News:

Berita Kendal

BERITA LENGKAP : 17 Brak Pasar Relokasi Weleri Kendal Roboh

Sebanyak 17 brak Pasar Relokasi Weleri, Kabupaten Kendal di sisi barat roboh pada Selasa (14/9) siang. Robohnya brak pasar sementara yang didirikan di

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Belasan brak pasar darurat Weleri di Terminal Bahurekso Kendal roboh didiga terhempas angin kencang, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Sebanyak 17 brak Pasar Relokasi Weleri, Kabupaten Kendal di sisi barat roboh pada Selasa (14/9) siang.

Robohnya brak pasar sementara yang didirikan di Terminal Bahurekso, Kecamatan Gemuh itu diduga karena terhempas angin kencang.

Jumlah brak yang roboh itu merupakan sebagian dari total 136 bakal kios di bagian blok A bagian barat. Sementara puluhan brak lain masih tetap utuh. Beruntung, tak ada korban dalam peristiwa kali ini.

Koordinator Terminal Bahurekso, Muslihun mengatakan, kejadian robohnya brak pasar relokasi terjadi pada pukul 13.50.

Saat itu, ia sedang berada di warung sebelah selatan bangunan pasar.

Menurut dia, tiba-tiba angin kencang datang hingga merobohkan sebagian bangunan pasar yang terbuat dari baja ringan tersebut.

"Saya lagi makan di warung sebelah, datang angin kencang dari arah utara, dan roboh (bangunan pasar-Red)," katanya, saat ditemui di lokasi.

Muslihun menuturkan, saat angin kencang itu datang, kondisi cuaca belum turun hujan. Sekitar 15 menit setelahnya, hujan deras turun di wilayah Kecamatan Gemuh dan sekitarnya.

Pasar darurat Weleri itu selesai dibangun pada Agustus lalu dengan menelan anggaran Rp 3,6 miliar. Rencananya, pasar darurat itu akan ditempati sekitar 1.800-2.200 pedagang pada akhir September 2021.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Alfebian Yulando menyatakan, pasar darurat yang roboh tersebut masih menjadi tanggungjawab pihak ketiga selaku penyedia jasa kontruksi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved