Breaking News:

Berita Pati

Bupati Pati Tambah Jumlah Sekolah PTM: Tidak Ada Klaster Penularan di Sekolah, Sudah Swab

Setelah dilakukan swab, ternyata tidak muncul klaster penularan di sekolah-sekolah yang pekan lalu menggelar simulasi PTM.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Bupati Haryanto saat diwawancarai Tribunjateng.com di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto mengatakan, pihaknya akan menambah jumlah sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati yang menggelar uji coba Pembelajaran Tatap muka (PTM).

Hal itu setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap pekan pertama penyelenggaraan uji coba PTM.

Sebelumnya, uji coba PTM mulai dilakukan pada Senin (6/9/2021).

Adapun sekolah yang melaksanakannya ialah 22 SD dan 22 SMP.

Dari total 21 kecamatan yang ada di Pati, tiap kecamatan menggelar uji coba PTM di 1 SD dan 1 SMP, kecuali Kecamatan Pati Kota yang 2 SD dan 2 SMP.

“Setelah dilakukan swab, ternyata tidak muncul klaster penularan di sekolah-sekolah yang pekan lalu menggelar simulasi PTM. Maka jumlahnya saya tambah. Jadi 3 SD dan 2 SMP di tiap kecamatan. Mulai besok Senin,” kata Haryanto saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (15/9/2021).

Dia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan uji coba PTM ini.

Sebab, pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

“Di Pati sendiri kemarin sempat beberapa pekan tidak ada kasus (positif Covid-19). Namun hari ini di RSUD Soewondo ada 2 orang. Setelah saya konfirmasi ternyata mereka baru saja bepergian ke luar daerah,” kata Haryanto.

“Adapun untuk yang MI, MTsm dan MA, saya suruh evaluasi dulu. Mempersiapkan diri. Kalau belum siap kita tidak berani. Tidak tiba-tiba masuk. Sekolah ditata dengan baik, prokes diatur dulu. Kapasitas juga dibatasi. Sementara ini dutamakan sekolah yang mau assesment nasional dulu. Kita lihat perkembangan, kalau membaik bisa ditambah lagi (jumlah sekolah yang PTM),” tambah dia.

Dia menegaskan, pelaksanaan PTM memang dilonggarkan setahap demi setahap.

Tidak sekaligus.

Hal ini sebagai wujud kehati-hatian.

“Kalau setelah cukup lama nanti tidak ada masalah, masyarakat Pati sudah tervaksin katakanlah hampir 80 persen, baru nanti bisa leluasa,” tandas Haryanto. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved