Breaking News:

Kasus Asusila

KPAI Sebut Jumlah Korban Perdagangan Anak Menurun, BENARKAH?

Perdagangan orang atau anak bawah umur masih terus terjadi di Jawa Tengah. Yang sudah diungkap dan pelaku ditangkap, baru sebagian kecil saja

Editor: Catur waskito Edy
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Perdagangan orang atau anak bawah umur masih terus terjadi di Jawa Tengah. Yang sudah diungkap dan pelaku ditangkap, baru sebagian kecil saja.

Karena faktanya masih ada sejumlah orang yang bisa pesan PSK kategori ABG atau anak baru gede alias bawah umur.

Pemesanan itu ada yang melalui aplikasi khusus, atau chat di media sosial yang kini makin mudah ditemukan.

Anak-anak tersebut ada yang diorganisir oleh muncikari, tapi juga banyak yang "promo" sendiri di media sosial. Seorang pria sebut saja Tejo (nama samaran) adalah pekerja di pabrik. Dia sudah beberapa kali memesan cewek ABG.

Ia mengakses jasa layanan esek-esek itu melalui media sosial facebook.

"Saya dapat info dari teman dan memang benar anaknya cantik masih ABG. Mereka unggah status siap di-BO (booking order) di facebook. Lalu janjian ketemu," kata Tejo kepada Tribunjateng.com, Sabtu lalu.

Kata Tejo, tarifnya hanya Rp 200 ribu belum termasuk kamar hotel.

"Dia bilang uangnya untuk beli paketan internet atau skincare. Anak itu mengaku hanya unggah status promo BO bila sedang butuh uang saja," terang Tejo yang bercakap-cakap dengan perempuan usia sekolah.

Tren menurun

Berdasar data Kasus di KPAI, tahun 2016 hingga 2020 korban perdagangan orang atau anak bawah umur trennya menurun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved