Breaking News:

Kasus Asusila

KPAI Sebut Jumlah Korban Perdagangan Anak Menurun, BENARKAH?

Perdagangan orang atau anak bawah umur masih terus terjadi di Jawa Tengah. Yang sudah diungkap dan pelaku ditangkap, baru sebagian kecil saja

SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

Pada tahun 2016 ada 72 korban, 2020 ada 28 anak korban perdagangan manusia. Sedangkan data untuk anak korban prostitusi, pada tahun 2016 sebanyak 112 korban.

Sedangkan pada tahun 2020 menjadi 29 anak korban prostitusi. Data tersebut tercatat berdasar laporan korban atau keluarganya.

Data korban eksploitasi seks komersial anak, tahun 2016 ada 69 korban. Tahun 2017 meningkat jadi 89 korban. Kemudian di tahun 2020, turun jadi 23 anak.

Hampir semua korban adalah anak masih sekolah.

"Prosentase siswa 67 persen, korban putus sekolah ada 33 persen. Data ini terjadi saat masa pandemi sekarang," terang Ai Maryati Solihah, anggota KPAI bidang Trafficking dan Eksploitasi.

Ai menduga sebagian korban tersebut, terpaksa melakukan karena desakan ekonomi keluarganya. Ada juga karena pengaruh pergaulan teman yang sudah lebih dulu terjerumus.

Terjadinya perdagangan anak tidak lagi di diskotek, karaoke atau pub. Tapi justru di hotel maupun kos mewah. Karena pelaku atau pemesan bisa bertransaksi langsung secara online. (tim)

Baca juga: Polisi Tangkap Pencuri Bebek yang Sekali Beraksi Bisa Gondol Ratusan Ekor

Baca juga: BERITA LENGKAP : BPK Temukan Rp 2,94 T Dana Penanganan Covid-19 Bermasalah

Baca juga: Bioskop Mulai Boleh Buka Kembali, Film Terbaru Sudah Berdatangan Ke Indonesia

Baca juga: OPINI DR Aji Sofanudin : Mengenal Lebih Dekat Sekolah Perjumpaan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved