Breaking News:

Berita Banjarnegara

KPK Terus Dalami Kasus Pengaturan Proyek di Banjarnegara yang Libatkan Budhi Sarwono

Dugaan pengaturan proyek yang dimainkan Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono (BS) bersama Kedy Afandi (KA) masih terus didalami oleh KPK

Editor: m nur huda
tribunnews.com
Bupati Kabupaten Banjarnegara (2017-2022) Budhi Sarwono dan eks Ketua Tim Sukses dari BS pada Pilkada sekaligus Makelar Kedy Afandi, ditetapkan sebagi tersangka. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dugaan pengaturan proyek yang dimainkan Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono (BS) bersama Kedy Afandi (KA) masih terus didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendalaman dilakukan lewat pemeriksaan Direktur PT Harya Dewa, Sugeng Karyoto pada Selasa (14/9/2021) di Gedung Perwakilan BPKP DI Yogyakarta.

Sugeng diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi turut serta dalam pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi, yang menjerat Budhi dan Kedy.

Baca juga: Tak Yakin, KPK Telusuri Harta Lain Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Luar Data LHKPN

Baca juga: Gubernur Minta Para Pejabat di Banjarnegara Berubah, Pasca Bupati Budhi Sarwono Jadi Tersangka

Baca juga: Warga Bahagia Syukuran Selepas Bupati Banjarnegara Ditangkap KPK Kasus Korupsi, Kepala Digunduli

"Sugeng Karyoto (Direktur PT Harya Dewa), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pengaturan paket proyek pekerjaan di Kabupaten Banjarnegara baik langsung oleh tersangka BS maupun melalui KA," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Selain itu, di hari dan tempat yang sama, tim penyidik KPK turut memeriksa Wakil Direktur/pemilik PT Himah Kurnia, Herry Mudzakir.

"Herry Mudzakir (Wakil Direktur/ Pemilik PT Himah Kurnia), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi berbagai barang bukti yang diperoleh tim penyidik saat melakukan penggeledahan beberapa waktu lalu dan sekaligus dilakukan penyitaan dokumen," ungkap Ali.

KPK menjerat Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS) dan Kedy Afandi (KA) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018.

Dalam konstruksi perkara, KPK menyebut bahwa pada September 2017, Budhi memerintahkan Kedy yang juga orang kepercayaan dan pernah menjadi ketua tim sukses dari Budhi saat mengikuti proses pemilihan kepala daerah Kabupaten Banjarnegara untuk memimpin rapat koordinasi (rakor).

Rakor tersebut dihadiri oleh para perwakilan asosiasi jasa konstruksi di Kabupaten Banjarnegara yang bertempat di salah satu rumah makan.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan sebagaimana perintah dan arahan Budhi, Kedy menyampaikan bahwa paket proyek pekerjaan akan dilonggarkan dengan menaikkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai 20 persen dari nilai proyek dan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan paket proyek dimaksud diwajibkan memberikan komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai proyek.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved