Breaking News:

Berita Bandungan

Pantauan Kunjungan Wisata di Kawasan Bandungan Masih Sepi

Kunjungan pelancong di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang masih sepi, meski pemerintah daerah setempat telah memberi kelonggaran

Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Puluhan penari menampilkan tarian Ratu Sima dalam acara Virtual Festival Gedongsongo di Komplek Candi Gedongsongo 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Kunjungan pelancong di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang masih sepi, meski pemerintah daerah setempat telah memberi kelonggaran dengan memperbolehkan desitani wisata kembali beroperasi. Hal itu terlihat di satu obyek wisata Taman Bunga Celosia.

Legal Officer Taman Bunga Celosia Bandungan, Hubertus Setyono mengatakan, tingkat kunjungan objek wisata itu masih cukup sepi. Hal itu disebabkan aturan wajib vaksin bagi setiap pengunjung yang datang. Selain itu, aturan pembatasan usia dan tidak boleh buka pada hari Minggu juga mempengaruhi tingkat kunjungan.

"Masyarakat sebenarnya ingin berwisata, tapi aturan Instruksi Bupati harus divaksin dan harus menati aturan anak 12 tahun tidak boleh masuk membuat sepi. Sebab, banyak wisatawan yang belum disuntik vaksin covid," ujarnya, Selasa (14/9).

Ia menilai, penurunan angka kunjungan di Taman Celesia mencapai 80-90 persen dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi. Dulu, jumlah pengunjung bisa mencapai 5.000 orang/hari, sedangkan kini hanya berkisar 250 orang/hari.

Setyono menuturkan, sejauh ini belum ada wadah yang memayungi destinasi wisata di kawasan Bandungan.

Sehingga, data secara pasti terkait dengan berapa besar tingkat kunjungan tidak ada. Namun, jika dianalisa, hanya ada dua destinasi wisata yang bisa menjadi acuan antusias berwisata di Bandungan, selain di Taman Bunga Celosia yakni Candi Gedong Songo.

Kedua lokasi itu, menurut dia, bisa dipakai menjadi tolok ukur acuan tinggi rendahnya jumlah kunjungan pelancong di Bandungan secara kasat mata.

"Terkahir hari Minggu kemarin hanya 500 orang berkunjung, sebelumnya 250 orang. Selama 2 minggu ini memang sudah naik 100 persen, tapi itu masih jauh dibandingkan dengan waktu normal (sebelum pandemi-Red) yang biasanya hari minggu bisa mencapai 5.000 orang," jelasnya.

Setyono berharap adanya kelonggaran aturan, khususnya mengenai pembatasan usia. Sebagai lokasi wisata keluarga, Taman Bunga Celosia Bandungan banyak dikunjungi keluarga yang membawa serta anak-anak.

"Tolong lebih diperlonggar. Sebenarnya yang menjadi kendala kerumanan bukan anak-anaknya. Petugas siap mengkoordinator jika ada kerumunan. Sebab, kami juga sudah membentuk Satgas Covid sendiri tingkat Kecamatan Bandungan seperti yang diwajibkan," paparnya.

Meski masih dalam suasana covid-19, Setyono menyatakan, pihaknya terus berusaha melakukan pengembangan bisnis. Rencananya, destinasi wisata yang berdiri sejak 2017 itu akan melakukan pengembangan taman bunga, spot foto, area bermain anak, spot rumah kaca, dan resto. Pihaknya juga sedang dalam tahap pembangunan Celosia di Jawa Barat.

Saat ini, Celosia Bandungan memiliki 800 koleksi bunga. Dari total lahan seluas 7 hektare, pemanfaatannya masih separuh, dan 50 persen sisanya dalam tahap perencanaan untuk dikembangkan. (wan)

Baca juga: BERITA LENGKAP : 17 Brak Pasar Relokasi Weleri Kendal Roboh

Baca juga: Inilah Negara Yang Masih Catat Lonjakan Kasus, Dari Malaysia, Filipina hingga China

Baca juga: WHO Pantau Penyebaran Virus Corona Asal Indonesia, Jenis Ini Menimbulkan Risiko di Masa Depan

Baca juga: Pertamina Hadirkan 13 Green Energy Station di Jateng-DIY

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved