Breaking News:

Berita Kendal

Partisipasi Vaksinasi Pelajar di Kendal Masih Rendah, Puskesmas Diimbau Bidik Pelajar Suntik Vaksin

Capaian vaksinasi pelajar usia 12 tahun ke atas di Kabupaten Kendal masih cukup rendah. Tercatat baru tercapai 6.000 pelajar dari 35.800 pelajar.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Capaian vaksinasi kepada pelajar usia 12 tahun ke atas di Kabupaten Kendal masih cukup rendah. 

Tercatat baru tercapai 17 persen atau 6.000 pelajar dari total 35.800 pelajar SMP negeri dan swasta yang berusia di atas 12 tahun.

Hal itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, Rabu (15/9/2021).

Kata Wahyu, Disdikbud sudah menginstruksikan kepada satuan pendidikan untuk mengajukan vaksinasi kepada puskesmas setempat.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Terus Digencarkan, Warga Datangi Yaumi Centre Slawi Kabupaten Tegal 

Baca juga: Syarat Mendapatkan Izin Resepsi Pernikahan PPKM Level 3 di Sragen

Baca juga: 20 Peserta Tidak Hadir Ujian PPPK Guru Karanganyar, Bisa Susulan dengan Alasan Jelas

Ia berharap, percepatan vaksinasi pelajar terus menjadi perhatian untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang terus diperluas. 

"Saat ini sudah 182 sekolah dari jenjang Paud, SD, dan SMP melaksanakan PTM terbatas. Untuk siswa yang sudah divaksin baru 17 persen sekitar 6.000 pelajar. Targetnya 35.800-an pelajar dengan usia 12 tahun ke atas," terangnya. 

Sementara itu, lanjut Wahyu, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan juga terus berjalan.

Saat ini sudah 51 persen atau 5.597 orang yang sudah divaksin.

Disdikbud Kendal mendata ada 10.901 guru dan tenaga kependidikan yang harus divaksin apabila PTM nantinya dibuka lebar.

"Vaksinasi guru ini jadi syarat dibukanya PTM terbatas. Kita harap dua hal ini, vaksinasi pelajar dan guru bisa dipercepat didukung kesadaran diri dengan mengajukan vaksinasi ke puskesmas," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay menuturkan, pihaknya sudah mengarahkan 30 puskesmas yang ada agar memprioritaskan vaksinasi pelajar menjadi yang utama.

Dalam sehari, setiap puskesmas ditarget menyuntikkan 600 dosis vaksin.

Tenaga kesehatan puskesmas bertugas menerima dan menjadwalkan vaksinasi atas permintaan dari kecamatan, desa, juga sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya.

Baca juga: Polres Kudus ‎Awasi Narapidana Eks Teroris di Kudus, Sesalkan Ada Warga yang Tertangkap Densus 88

Baca juga: 4 Pelaku Pencurian Spesialis Mobil Pikap di Purbalingga Ditangkap, Ini Cara Mereka Beraksi

Baca juga: Rame Kabar BSU Guru Honorer Cair September 2021, Iki Pamanggihe Kemendikbud 

Ia berharap peran masyarakat agar segera mungkin mengajukan alokasi vaksin yang dibutuhkan kepada kecamatan ataupun desa supaya bisa dijadwalkan oleh puskesmas. 

"Untuk stok vaksin aman. Setiap pekan datang terus langsung dari pusat. Stok langsung kita distribusikan ke puskesmas agar bisa dieksekusi di lapangan dengan target 600 dosis setiap hari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved