Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Ganjar Temukan Kerumunan Siswa di SMPN 33 Semarang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melakukan sidak pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu (15/9/2021)

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Ganjar temukan kerumunan siswa di SMPN 33 Semarang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melakukan sidak pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Rabu (15/9/2021). Kali ini, sidak dilakukan di SMPN 33 Kota Semarang.

Sambil gowes pagi, Ganjar sengaja mampir ke sekolah itu untuk melakukan pengecekan.

Saat masuk ke dalam sekolah, Ganjar menemukan ada kerumunan siswa di depan laboratorium komputer.

"Itu kenapa berkerumun di sana bu, tolong diingatkan. Jangan seperti itu," kata Ganjar pada sejumlah guru, sebagaimana dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunjateng.com.

Saat bertanya pada siswa, Ganjar mendapat jawaban bahwa mereka masih menunggu guru yang belum datang.

Mereka duduk-duduk sambil ngobrol dengan jarak kurang dari satu meter.

Bahkan beberapa siswa terlihat berpegangan dan ada yang memeluk temannya.

"Masih nunggu guru pak, ini mau asessment nasional berbasis komputer (ANBK) pak," ucap seorang siswa.

"Ayo jangan pegang-pegangan. Sudah diajari protokol kesehatan belum. Ayo jaraknya berapa meter, yang tadi pegang-pegang temannya langsung cuci tangan ya. Ayo bapak ibu, segera dimasukkan ke kelas. Jangan berkerumun seperti ini, bahaya!" perintah Ganjar pada siswa.

Ganjar pun langsung menegur sejumlah guru yang ada di sana untuk segera melakukan evaluasi.

Setelah siswa masuk ke kelas, Ganjar menasehati guru-guru agar tidak lelah mengedukasi protokol kesehatan.

"Tolong dijaga bu, ini banyak orang tua was-was, anaknya aman apa tidak saat di sekolah. Tolong jaga anak-anak kita ya," pesannya.

Ganjar meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang dan kepala sekolah sering-sering ngecek ke lapangan.

Kebiasaan baru saat ini memang perlu dilakukan agar anak-anak bisa membiasakan diri.

"Kalau seperti tadi, harusnya ada patroli. Ada satgas sekolah. Ternyata sekolah ini belum membentuk satgas. Jadi kalau melihat anak-anak berkerumun seperti itu, dianggapnya biasa. Padahal kan itu bahaya," jelasnya.

Ganjar menegaskan, kejadian-kejadian itu tidak boleh lagi terulang. Pihaknya meminta sekolah segera membentuk satgas dan melakukan evaluasi total.

"Kemarin saya menemukan kejadian serupa di Klaten dan Boyolali, sekarang di Kota Semarang. Saya minta segera diperbaiki. Kalau nanti berkali-kali melakukan pelanggaran, ya kita tutup. Sekolah tidak boleh menggelar PTM karena pelanggaran itu menunjukkan ketidaksiapan sekolah," pungkasnya.

Seorang guru di SMPN 33 Semarang, Eni Kurniawati mengatakan akan segera menindaklanjuti perintah Ganjar.

Pihaknya akan langsung menggelar rapat evaluasi terkait hal itu.

"Termasuk pembentukan satgas Covid, akan kami lakukan. Selama ini sudah ada, tapi belum digerakkan secara optimal. Memang tadi saat sidak pak Ganjar, anak-anak belum bisa menjaga jarak. Nantinya akan kami perbaiki dan semua elemen di sekolah akan kami gerakkan dalam rangka menegakkan protokol kesehatan," katanya. (Nal)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved