Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Kejar Predikat Kota Ramah Remaja di Tahun 2022

Setelah tiga kali berturut-turut mendapatkan predikat sebagai Kota Ramah Anak, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Setelah tiga kali berturut-turut mendapatkan predikat sebagai Kota Ramah Anak, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid akan mengejar predikat kota ramah remaja di tahun 2022 mendatang.

Menurut Wali Kota melihat kondisi saat ini banyak remaja atau pemuda yang terjerumus hal-hal negatif salah satunya narkoba, maka status Kota Pekalongan sebagai kota ramah remaja dirasa perlu dilakukan.

"Kriteria standar sekolah ramah remaja kan sudah ada, ini memang harus berjenjang. Dalam arti dari sekolah ramah anak, lalu sekolah ramah remaja."

"Nah, kita kan sudah meraih tiga kali predikat sekolah ramah anak. Apakah cukup sampai disini saja? Tentunya saya ingin kejar sampai sekolah ramah remaja," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com, Rabu (15/9/2021).

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menilai dengan menjadi kota ramah remaja, maka pemerintah akan dituntut untuk memenuhi seluruh sarana prasana di sekolah yang mendukung pengembangan potensi anak, mulai dari seni, budaya, olahraga dan musik. Sehingga remaja akan fokus melakukan kegiatan positif dan menjauhi hal negatif.

"Harapannya dari adanya sekolah ramah remaja, ada kegiatan-kegiatan yang positif dari anak-anak," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dindik Kota Pekalongan Soeroso mengatakan dengan inisiatif dari wali kota maka Dindik setelah pembelajaran di sekolah mulai normal pihaknya akan mulai menggarap pemenuhan fasilitas bagi anak di atas 12 tahun atau setara jenjang SMP hingga SMA agar terwadahi potensinya.

"Inisiatif dari Wali Kota terkait sekolah remaja adalah sekaligus tugas dari dinas terkait dan harus melaksanakan itu," katanya.

Pihaknya menilai dengan memberikan wadah untuk menyalurkan potensi bagi remaja, maka bisa mengurangi fenomena anak jalanan dan hal-hal negatif yang bisa merusak masa depan generasi muda.

"Anak-anak remaja ini kan mimpinya sangat banyak, rasa keingintahuan juga tinggi, dan energinya sangat tinggi. Maka perlu disediakan fasilitas untuk mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi remajanya," tambahnya. (Dro)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved