Breaking News:

Berita Semarang

Bea Cukai Tanjung Emas Semarang Percepat Importasi Vaksin Pfizer

Bea Cukai Tanjung Emas berikan layanan percepatan dan fasilitas fiskal, melalui fasilitasi importasi vaksin Pfizer.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
AP PHOTO/PAUL SANCYA
Papan nama perusahaan The Pfizer Global Supply di Portage, Michigan, Amerika Serikat, yang dipotret pada Jumat (11/12/2020). Vaksin Pfizer-BioNTech didistribusikan ke seluruh AS dan mulai disuntik pada Senin (14/12/2020) ke 3 juta orang di gelombang pertama. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bea Cukai Tanjung Emas berikan layanan percepatan dan fasilitas fiskal, melalui fasilitasi importasi vaksin Pfizer.

Fasilitas tersebut menjadi yang pertama di Jateng setelah melalui Bandara Soekarno Hatta.

Tercatat dalam layanan tersebut, 42.900 vial vaksin Pfizer dengan perkiraan nilai pembebasan sekitar Rp 23 Miliar, didatangkan ke Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Dalam keterangan persnya, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin, menjelaskan, vaksin yang diimpor oleh PT Pfizer Indonesia merupakan importasi vaksin pertama diluar Bandara Soekarno Hatta.

“Pemberian fasilitas ini merupakan suatu kehormatan bagi Bea Cukai Tanjung Emas dalam kontribusi lebih lanjut dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” katanya, Kamis (16/9/2021).

Dilanjutkannya, Bea Cukai Tanjung Emas memberikan fasilitas Rush Handling atau penanganan segera.

“Yaitu pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu menurut karakteristiknya yang memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean, sesuai dengan Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 74/PMK.04/2021,” jelasnya.

Anton menuturkan, dalam importasi tersebut juga berikan fasilitas fiskal, yakni pembebasan bea masuk atau cukai, tidak dipungut pajak pertambahan nilai atau pajak penjualan atas barang mewah.

“Jadi dibebaskan dari pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/ atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Pengadaan Vaksin dalam rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” tuturnya.

Kedatangan vaksin Pfizer, dituturkan Anton, untuk mempercepat vaksinasi di Indonesia, serta mewujudkan percepatan vaksinasi.

“Untuk itu pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan fasilitas demi kelancaran proses importasinya, guna mendukung program pemerintah dalam mencapai target vaksinasi 2 juta orang per hari.” Imbuhnya.

Sementara itu, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Keseharan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prima Yosephine, mengatakan, vaksin tersebut akan didistribusikan ke 4 kabupaten kota di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

“Hal itu atas pertimbangan masih rendahnya cakupan vaksinasi dosis 1 dan daerah tersebut berada dekat dengan ibukota serta menjadi daerah aglomerasi,” tambahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved