Breaking News:

Berita Jepara

Kasus Pencabulan Tempati Posisi Tertinggi Kasus Kriminal di Jepara, Media Sosial Disebut Pemicunya

Kasus pencabulan di Kabupaten Jepara menempati posisi tertinggi dibanding kriminalitas yang lain. Disusul kasus pencurian dan narkotika.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
Dokumentasi Dinas Kominfo Jepara
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi, saat memberikan pemaparan di hadapan sejumlah penggiat media sosial, di Gedung Shima, Kamis (16/9/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kasus pencabulan di Kabupaten Jepara menempati posisi tertinggi dibanding kriminalitas yang lain.

Dari tiga kasus kriminalitas di Jepara yang paling banyak selain pencabulan, yakni pencurian dan narkotika.

"76 kasus pencabulan sampai September 2021. Kasus terakhir seorang kakek cabuli gadis tuna rungu dan tuna wicara," kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi, saat memberikan pemaparan di hadapan sejumlah penggiat media sosial, di Gedung Shima, Kamis (16/9/2021).

Menurut Rozi, ada beragam faktor yang menyebabkan banyak terjadi pencabulan.

Yang utama adalah faktor pengawasan orangtua yang lemah.

Ini terjadi di kasus gadis disabilitas yang diperkosa kakek.

Pelaku memanfaat korban yang kerap ditinggal orangtuanya. Jadi korban serinh sendirian di rumah.

Baca juga: Semenjak Istri Sudah PNS, Istri Enggak Mau Tidur dengan Saya

Baca juga: Enaknya Pengantin di Kebumen, Urusan KK, KTP hingga Akta Kelahiran Anak Difasilitasi Pemerintah

Baca juga: Video Fakta Baru Taruna PIP Semarang Meninggal Didengkul Oleh Pelaku

Baca juga: Presiden Jokowi Tegur Kapolri Soal Penghapusan Mural Kritik, Jenderal Listyo Langsung Sebar Telegram

Selain itu juga faktor media sosial.

Banyak hubungan pelaku dan korban kerap diperantarai media sosial.

Untuk itu dia meminta pengawasan orangtua terhadap anak harus optimal.

Rozi juga meminta penggiat sosial atau admin media sosial di Jepara hindari memosting hal-hal vulgar yang bisa memancing tindakan seseorang melakukan pencabulan.

"Saya berharap kepada seluruh admin berikan yang terbaik dan komprehensif. Jangan sampai segala sesuatu tidak baik.  Berikan yang terbaik untuk Kabupaten Jepara," imbuhnya.

Perwira polisi berpangkat balok tiga itu menegaskan, postingan di media sosial harus mempertibangkan pemeliharaan keamaan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut untuk menjaga kondusivitas masyarakat Jepara. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved