Breaking News:

Berita Internasional

Sekjen PBB Sebut Sulit Selesaikan Konflik Afghanistan, Tanpa Kekuatan & Uang Hanyalah Fantasi

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengakui PBB saat ini kesulitan memecahkan masalah di Afghanistan.

Editor: m nur huda
AFP/MICHAEL TEWELDE
Sekjen PBB, Antonio Guterres 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengakui PBB saat ini kesulitan memecahkan masalah di Afghanistan.

Menurut Antonio Guterres, usulan yang disampaikan sejumlah pihak mengenai cara penyelesaian masalah hanyalah sebuah fantasi.

Dalam wawancaranya dengan Reuters, Guterres merasa ada harapan yang tidak berdasar mengenai kemampuan PBB untuk menyelesaikan masalah yang ada di Afghanistan.

"Untuk berpikir bahwa kami sekarang bisa, tanpa kekuatan dan uang, untuk memecahkan masalah yang tidak dapat mereka pecahkan selama beberapa dekade adalah sebuah fantasi," kata Guterres.

Selama 20 tahun sejak invasi AS ke Afghanistan, sejumlah negara telah mengirim ribuan tentara dan menghabiskan banyak uang dalam berbagai upaya meredakan konflik.

AS sendiri menghabiskan US$1 triliun dan tetap gagal menjauhkan Taliban dari Afghanistan.

Guterres melihat saat ini Afghanistan berada di ambang bencana kemanusiaan yang dramatis.

PBB akan melakukan segala yang bisa dilakukan, termasuk melibatkan Taliban untuk membantu sekitar 36 juta orang Afghanistan.

PBB juga mendukung upaya untuk meyakinkan Taliban dalam membentuk pemerintahan yang lebih inklusif daripada ketika memerintah 20 tahun lalu. Di sisi lain, Guterres mengaku saat ini PBB memiliki sedikit kapasitas untuk menengahi permasalahan yang ada di sana.

Menurutnya, bantuan kemanusiaan harus digunakan sebagai instrumen untuk membantu meyakinkan Taliban terkait janjinya untuk menghormati hak-hak dasar, termasuk hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Pemerintah internasional kini telah menjanjikan bantuan dana senilai lebih dari US$1,1 miliar untuk Afghanistan, termasuk berbagai program pengungsi yang dicanangkan negara tetangganya.

Guterres secara khusus meminta agar negara-negara tidak mencekik ekonomi Afghanistan terlalu keras.

"Harus ada cara untuk menyuntikkan uang tunai ke dalam ekonomi Afghanistan, agar ekonomi tidak runtuh dan agar orang-orang tidak berada dalam situasi dramatis, memaksa mungkin jutaan orang melarikan diri," lanjut Guterres.

Guterres mengatakan PBB akan bekerja dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa bantuan didistribusikan berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan.(Kontan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved