Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Tips Mengelola Keuangan di Masa Pandemi dari Dr Naelati Tubastuvi SE MSi Dekan FEB UMP

Dalam pengelolaan keuangan ada dua pilihan, yakni dengan menambah pendapatan, atau kurangi pengeluaran.

Editor: abduh imanulhaq
UMP PURWOKERTO
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP Dr Naelati Tubastuvi SE MSi 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor dalam masyarakat.

Pemutusan hubungan kerja (PHK), karyawan dirumahkan, dan pemotongan gaji banyak dilakukan perusahaan-perusahaan besar yang membuat masyarakat menjadi resah dan sulit mengelola keuangan keluarga.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si. mengatakan pengelolaan keuangan di masa pandemi memerlukan protokol keuangan yang baik.

Menurutnya, setiap individu harus melakukan financial planning yaitu proses mencari tujuan hidup melalui manajemen keuangan secara terencana.

Pengelolaan arus kas keuangan bisa menggunakan persentase masing masing pos pengeluaran.

Semisal cicilan utang maksimum 30%, zakat 2,5%, investasi 20%-30%, pengeluaran rutin 20-40%, dan lifestyle maksimum 20% dari pemasukan.

“Di masa pandemi, kita tidak perlu jadi ahli keuangan, cukup pandai mengatur diri sendiri dalam menggunakan uang. Atur rumah tangga kita. Meskipun kita tidak bisa atur bahan makanan tapi kita bisa atur menu di meja makan kita. Kita tidak bisa atur biaya sekolah dan kuliah namun kita bisa siapkan dana pendidikan anak sejak dini. BBM dan tarif listik juga tidak bisa diatur tetapi kita bisa atur pemakaian listrik dan kendaraan,” katanya di Purwokerto, Kamis (16/9/2021).

Naela mengatakan, tahun 2020 dan 2021 merupakan tahun yang istimewa karena terdapat krisis pandemi Covid-19 yang terasa berat.

“Maka dari itu, untuk menghadapi Covid-19, jika ada protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan mengurangi mobilitas. Maka perlu dibutuhkan protokol keuangan. Di antaranya memiliki dana darurat, atur pengeluaran dengan membuat anggaran pengeluaran, berbagi kepada sesama, dan hindari utang-jual,” jelasnya.

Dalam pengelolaan keuangan ada dua pilihan, yakni dengan menambah pendapatan atau kurangi pengeluaran.

”Di masa pandemi, mari kita belajar untuk mencukupkan diri dengan mencukupkan makan, istirahat, mengurangi chatting medsos, nonton TV atau film, dan mengurangi belanja tidak penting. Yang harus diperbanyak atau dilebihkan di antaranya ibadah dan doa, menebar kasih sayang atau cinta, berbagi kebaikan, bersukur, bersabar, belajar, dan terus berkreasi,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved