Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

4 Dongeng Raksasa Cerita dari Indonesia dan Mancanegara

Berikut 4 dongeng dari Indonesia dan mancanegara yang menceritakan tentang raksasa.

Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Majalah Bobo
4 Dongeng Indonesia dan Mancanegara Tentang Raksasa 

4 Dongeng Indonesia dan Mancanegara Tentang Raksasa

TRIBUNJATENG.COM -  Berikut 4 dongeng dari Indonesia dan mancanegara yang menceritakan tentang raksasa.

Pada kumpulan dongeng ini terdapat cerita rakyat, dongeng dan cerita pendek untuk anak-anak.

Dongeng-dongen ini mengandung pesan moral bagi anak sehingga cocok dibaca sebelum tidur.

Pertama ada adalah cerita rakyat dari Jawa Tengah Timun Mas gadis kecil yang harus lari dari kejaran raksasa. 

Kedua ada legenda Kebo Iwa, cerita rakyat dari Bali.

Selanjutnya adalah cerita si Roki, raksasa baik hati namun pemalas.

Terakhir ada cerita dongeng populer dari Inggris Jack dan Pohon Kacang Ajaib. 

Selamat membaca dongeng-dongeng tersebut!

1. Dongeng Timun Mas Cerita Rakyat Jawa Tengah

Inilah dongeng cerita rakyat dari Jawa Tengah Timun Mas. 

TRIBUNJATENG.COM - Inilah dongeng Timun Mas cerita rakyat dari Jawa Tengah. 

Alkisah hiduplah pasangan suami istri, mereka tinggal di sebuah desa yang mengarah ke hutan.

Suatu hari ada Raksasa yang melewati tempat tinggal mereka dan mendengar doa suami-istri itu yang menginginkan seorang anak.

Si Raksasa memberikan mereka biji mentimun untuk ditanam dan nantinya menjadi bayi yang sehat.

Syarat yang diberikan kepada suami-istri itu adalah ketika anak tersebut berusia 17 tahun, mereka harus mengembalikannya.

Waktu berjalan dan si bayi tersebut diberi nama Timun Mas.

Ketika Timun Mas sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Raksasa tersebut menagih janjinya.

Pak Petani berusaha membohongi Raksasa dengan mengatakan bahwa istrinya akan memanggil Timun Mas.

Namun ternyata, di saat yang sama, Bu Petani memberikan Timun Mas bungkusan yang terdiri dari empat benda.

Dikatakan Bu Petani bahwa Timun Mas harus melempar barang di dalam bungkusan itu satu persatu ketika melarikan diri dari Raksasa.

Timun Mas pun menuruti perkataan itu.

Saat ia dikejar Raksasa, Timun Mas mengeluarkan isi bungkusan pertama berupa biji mentimun.

Biji-bijian itu kemudian menjadi ladang timun besar yang menghalangi jalannya Raksasa.

Meski sulit, Raksasa berhasil melewati ladang itu dan kembali mengejar Timun Mas.

Maka dikeluarkanlah barang kedua dari bungkusan yaitu jarum.

Tak disangka, jarum ini menjadi hutan lebat yang membuat Raksasa terhadang.

Meski begitu, Raksasa masih bisa bangkit. Timun Mas lalu mengeluarkan benda ketiga berupa garam.

Ternyata garam itu berubah menjadi lautan nan luas. Hebatnya Si Raksasa masih bisa selamat.

Timun Mas mulai ketakutan dan sambil berdoa melemparkan benda terakhir dalam bungkusannya yaitu terasi.

Ternyata benda terakhir ini menjelma jadi lumpur yang pedas sehingga mematikan Si Raksasa.

Timun Mas pun kembali kepada suami-istri petani tadi dan hidup bahagia selama-lamanya. (*)

2. Dongeng Legenda Kebo Iwa Cerita Rakyat Bali

Inilah dongeng legenda Kebo Iwa cerita rakyat Indonesia dari daerah Bali.

TRIBUNJATENG.COM - Inilah dongeng legenda Kebo Iwa cerita rakyat Indonesia dari daerah Bali.

Pada zaman dahulu kala di Bali hiduplah sepasang suami istri yang telah lama tidak memiliki keturunan.

Mereka sudah lama menikah namun belum juga memiliki anak.

Setiap hari mereka berdoa meminta Tuhan untuk memberi mereka anak.

Mereka berdoa dan terus berdoa.

Tuhan akhirnya menjawab doa mereka.

Sang istri kemudian hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki.

Mereka sangat bersyukur dan bahagia.

Bayi mereka luar biasa kuat.

Dia sangat berbeda dari kebanyakan bayi.

Dia banyak makan dan minum. Hari demi hari dia makan semakin banyak.

Tubuhnya semakin besar dan kuat.

Dan pada saat ia menginjak remaja, tubuhnya sudah sebesar kerbau.

Orang-orang kemudian memanggilnya Kebo Iwa.

Kebiasaan makannya membuat orang tua Kebo Iwa menghabiskan banyak uang untuk membeli makanannya dalam jumlah besar.

Mereka akhirnya bangkrut.

Mereka menyerah dan meminta penduduk desa membantu mereka menyediakan makanan.

Penduduk desa kemudian bekerja sama untuk memasak dan membangun rumah besar untuk Kebo Iwa.

Dia seperti raksasa.

Dia tidak bisa tinggal bersama orang tuanya lagi karena tubuhnya terlalu besar.

Sayangnya, setelah beberapa bulan, penduduk desa juga tidak mampu untuk memasak makanan untuknya.

Mereka kemudian meminta Kebo Iwa untuk memasak makanannya sendiri.

Penduduk desa membantu menyiapkan bahan bakunya.

Kebo Iwa setuju dan sebagai ungkapan terima kasih kepada penduduk desa.

Ia membangun bendungan, menggali sumur, dan melindungi penduduk desa dari binatang buas dan orang-orang yang ingin menyerang desa mereka.

Dia melakukan hal-hal itu sendirian.

Di saat bersamaan di Pulau Jawa tengah berkembang kerajaan Majapahit yang ingin melebarkan kekuasaannya ke luar Pulau Jawa.

Sala satu daerah yang menjadi incarannya adalah Pulau Bali.

Ketika pasukan Majapahit berencana menyerang Bali.

Mereka tahu tentang Kebo Iwa.

Dan mereka juga tahu bahwa mereka tidak bisa menaklukkan Bali dengan Kebo Iwa disana.

Kebo Iwa terlalu kuat untuk mereka.

Gajah Mada, Maha Patih Majapahit kemudian merencanakan sesuatu.

Mereka berpura-pura mengundang Kebo Iwa ke Majapahit untuk membantu menggali sumur.

Mereka mengatakan bahwa Majapahit mengalami kemarau panjang dan membutuhkan banyak air.

Kebo Iwa tidak tahu rencananya, jadi dia pergi ke Majapahit tanpa ada kecurigaan.

Saat Kebo Iwa sedang asyik menggali sumur yang sangat besar, pasukan menutupi sumur tersebut dengan banyak bongkahan batu.

Kebo Iwa mengalami kesulitan bernafas dan dikubur hidup-hidup.

Dia meninggal di dalam sumur.

Sepeninggal Kebo Iwa, Bali ditaklukkan oleh Majapahit.

Sampai saat ini masyarakat masih mengingat Kebo Iwa karena telah berbuat banyak untuk Majapahit dan Bali.

Kepala batu Kebo Iwa yang legendaris dapat ditemukan di Pura Gaduh di Blahbatuh, Gianyar.

Kebo Iwa juga dikenal sebagai Kebo Waruga atau Kebo Taruna. (*)

3. Dongeng Roki Si Raksasa Pemalas

Inilah dongeng Roki si raksasa yang baik hati namun malas membersihkan kamarnya.

TRIBUNJATENG.COM - Inilah dongeng Roki si raksasa yang baik hati namun malas membersihkan kamarnya.

Roki Raksasa sedang bermain tanah di luar rumah.

Tangannya sibuk menangkapi cacing yang menggeliat-geliat kegelian.

“Hoho, ayo kalian pindah ke pot cabai Ibu,” ajak Roki.

Belum sempat Roki memindah cacing-cacing itu, tiba-tiba terdengar teriakan Ibu.

“Rokiii!”

Roki melepas cacing-cacingnya.

Dengan tangannya yang belepotan tanah, dia tergopoh masuk ke dalam rumah.

Barn … barn … barn, suara langkah kakinya mengguncang bumi.

Ibu melotot melihat penampilan Roki yang amburadul.

Akan tetapi, dalam sedetik, Ibu langsung ingat untuk apa dia memanggil Roki.

Telunjuk Ibu mengacung lurus ke kamar Roki yang berantakan.

“Bersihkan sekarang juga!” perintah Ibu.

Roki cemberut.

Mukanya ditekuk. “Aku capai, Bu. Kepalaku pusing karena kepanasan,” katanya.

Ibu Raksasa tak peduli.

“Kenapa kalau main kamu tidak capai? Sedangkan, kalau Ibu suruh membersihkan kamar, kamu pasti bilang capai.

Lihat sampah-sampah itu. Kamu jorok sekali, nanti kamarmu didatangi semut.”

Roki malah terbahak meremehkan.

“Semut, kan, kecil. Mengapa aku harus takut pada semut? Raksasa dan semut, pasti menang raksasa, kan?”

Ibu Raksasa tak peduli dengan jawaban Roki.

Dia meninggalkan Roki sambil berpesan dengan tegas, “Pokoknya, kamu harus membersihkan kamarmu.”

Roki pun menjawab dengan memonyongkan bibir.

Tentu tanpa sepengetahuan ibunya.

Jika Ibu tahu, bisa-bisa Roki diomeli selama satu jam tanpa putus.

Sepeninggal ibunya, Roki malah bersantai-santai.

Dia menemukan perrmen tangkai di bawah bantalnya.

“Wah, lumayan nih, masih bisa dimakan,” katanya sambil mengulum permen itu.

Sambil makan permen, Roki mengambil buku ceritanya.

Dia membaca kisah tentang raksasa yang jahat.

“Ih, kenapa tokoh raksasa di buku ini jahat? Padahal, raksasa, kan, baik-baik.

Aku, misalnya.”Roki mengguman sendiri. Tak terasa, Roki tertidur. Saat enak-enak tidur, Roki berteriak kencang.

“Auuuwww,” tanpa sadar, Roki meloncat dari tempat tidurnya.

BUUUM … Roki tergeletak di lantai kamar.

Dia berguling dan berteriak sambil mengorek-korek telinga.

“Hoaa, sakit. Ibuuu …,” teriaknya.

Ibu Raksasa datang tergopoh-gopoh.

Dia kaget sekali melihat ranjang Roki yang penuh semut.

Permen tangkai Roki lengket di bantalnya.

Ibu lebih kaget lagi saat melihat Roki berguling-guling di lantai.

“Hei, jangan berguling-guling begitu. Lihat, perabotan kamar ini jadi berantakan terkena tubuhmu!” tegur Ibu.

“Aku sakit, Bu. Huhu … telingaku sakit. Sepertinya, dimasuki semut.”

Ibu Raksasa terbelalak.

Dia buru-buru menolong Roki.

Ternyata benar, kuping Roki merah dan bengkak.

Ibu melihat beberapa semut masih berkeliaran di sekitar daun telinga Roki.

“Nah, sekarang kamu tahu mengapa Ibu menyuruhmu membersihkan kamar, kan?

Sekarang terbukti, kalau raksasa kalah juga pada semut?” kata Ibu sambil menetesi telinga Roki dengan salep anti gatal.

Roki mengangguk.

Sejak saat itu, tiap pagi Roki selalu merapikan kamar dan menyapu lantai. (*)

4. Dongeng Jack dan Pohon Kacang Ajaib Cerita Rakyat Inggris

Inilah dongeng tentang Jack dan pohon kacang raksasa ajaib, cerita rakyat mancanegara yang berasal dari Inggris.

TRIBUNJATENG.COM - Inilah dongeng tentang Jack dan pohon kacang raksasa ajaib, cerita rakyat mancanegara yang berasal dari Inggris.

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang anak yang bernama Jack.

Jack adalah seorang anak Inggris yang sangat pemberani.

la tinggal bersama ibunya.

Mereka hidup miskin.

Harta yang mereka miliki hanyalah seekor sapi yang air susunya mulai mengering.

Suatu hari, ibu Jack memutuskan akan menjual sapi itu.

la menyuruh Jack menjualnya ke pasar.

Di tengah jalan menuju pasar, Jack bertemu dengan seorang kakek.

“Hai, Jack. Maukah kau menukar sapimu dengan kacang ajaib ini?” kata kakek itu pada Jack.

“Apa? Menukar sebutir kacang kecil itu dengan sapiku? Kau main-main, Kakek,” kata Jack terkejut campur heran.

“Jangan menghina, ya. Ini adalah kacang ajaib.

Jika kau menanamnya, dalam semalam kacang ini akan tumbuh sampai ke langit,” kata si kakek menjelaskan.

Sejenak Jack berpikir.

Kemudian, ia memutuskan setuju dengan tawaran si kakek.

Sesampainya di rumah, ibu Jack marah besar.

“Benar-benar bodoh kau ini, Jack.

Bagaimana mungkin kita hidup hanya dengan sebutir biji kacang ini?” kata sang ibu sambil melempar biji kacang ajaib itu ke luar.

Tapi, apa yang terjadi keesoi:an harinya? Ternya-ta kacang itu tumbuh menjadi pohon raksasa.

Pohon itu tinggi menjulang mencapai langit.

“Wah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakek itu,” gumam Jack.

Dengan hati-hati, Jack memanjat pohon raksasa itu.

Tapi, meskipun sudah lama sekali memanjat, Jack tidak kunjung menemukan pucuk pohonnya.

“Aduh, mengapa tidak sampai juga ke ujung pohon, ya?” pikir Jack.

Jack melihat ke bawah. Rumah- rumah telah terlihat sangat kecil.

Akhirnya, ketika Jack sampai ke awan, ia melihat sebuah istana raksasa.

Jack menghampiri istana itu dan mengetuk pintunya.

Tiba-tiba, pintu itu terbuka. Lalu, muncul seorang wanita yang besar.

“Ada apa, Nak?” tanya wanita raksasa.

“Selamat pagi, saya lapar. Bolehkah saya minta sedikit makanan?” jawab Jack.

“Wah, kau anak yang sopan sekali. Baiklah, masuklah, Nak,” kata wanita raksasa.

Ketika Jack sedang makan, tiba-tiba terdengar suara Iangkah kaki yang keras.

Ternyata, suami wanita raksasa yang datang.

Tidak seperti si wanita, ia adalah raksasa jahat pemakan manusia.

“Nak, cepatlah sembunyi! Suarniku datang,” kata wanita raksasa.

“Huahahaha. lstriku, aku pulang. Cepat siapkan makan!” teriak raksasa itu.

Raksasa itu tiba-tiba mencium bau manusia.

Cepat-cepat istrinya berkata, “Itu bau manusia yang kita bakar kemarin.

Sudahlah tenang saja. Ini makanan untukmr sudah aku siapkan di meja.”

Setelah makan, raksasa mengeluarkan pundi- pundi yang berisi uang emas hasil curiannya.

Tak berapa lama ia pun tertidur.

Melihat hal itu, Jack segera keluar dari persembunyiannya.

Sebelum pulang, ia mengambil beberapa uang emas si raksasa itu untuk ibunya.

Jack pun menuruni pohon kacang dan akhirnya sampai di rumah.

“Ibu, lihatlah emas ini. Mulai sekarang, kita akan menjadi orang kaya.”

“Tak mungkin kau mendapat uang sebanyak ini dengan mudah. Apa yang kamu lakukan?” tanya ibu Jack.

Jack pun menceritakan semua kejadian pada ibunya.

Sejak saat itu, Jack dan ibunya tidak pernah lagi hidup dalam kekurangan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved