Universitas Ivet Semarang
Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Ivet Semarang Gelar Webinar Series Ke-3
Dengan demikian masalah lingkungan yang terjadi dapat diatasi dengan baik oleh ahli lingkungan yang tentunya dengan bantuan masyarakat.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kondisi alam saat ini semakin lama semakin memrihatinkan.
Banyak sekali permasalahan lingkungan baik berupa limbah, sampah dan pencemaran lain.
Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Ivet Semarang pun mengadakan webinar yang akan menjawab prospek dan peluang kerja bagi lulusan sarjana ilmu lingkungan.
Mereka diharapkan dapat menjawab sekaligus mengatasi permasalahan lingkungan tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui media Zoom, Kamis (9/9/2021).
Peserta adalah mahasiswa dan masyarakat umum, terutama mereka yang baru lulus SMA sehingga masih bingung masuk jurusan apa dan belum tahu prospek kerjanya.
Hadir narasumber Teo Andri Saputra sebagai Assistant Site Leader di Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia, Taufik Dhany R sebagai Konsultan Lingkungan dan Direktur di CV. Enviplan, dan Trias Setiaji sebagai entrepreneur di Warung Edukasi Sampah (WES).
Kemudian Meri Mayasari dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bengkulu, Rangga Fajar Abdillah dosen Ilmu Lingkungan Universitas Ivet Semarang, dan Rachmat Afriyanto HSSE Officer PT. PGN LNG Indonesia.
Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Radtya Ahmad Rifandy menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.
Dia mengungkapkan masyarakat khususnya mahasiswa Ilmu Lingkungan harus tahu gambaran setelah lulus akan kemana.
"Cakupan Ilmu Lingkungan sangatlah luas dan sangat dibutuhkan di berbagai sektor, baik swasta maupun pemerintah. Untuk itu kami adakan webinar ini dengan tujuan agar mahasiswa mendapat gambaran nanti akan ke mana prospek kerjanya," ujarnya.
Raidtya menyampaikan terima kasihnya kepada narasumber yang telah mengupas tuntas peluang sarjana Ilmu Lingkungan dalam mengatasi permasalahan lingkungan.
"Besar harapan kami setelah acara ini para calon sarjana lingkungan dapat meningkatkan potensi untuk mengurangi masalah lingkungan. Kemudian kami para dosen dapat memberikan pengajaran yang tepat yang dibutuhkan oleh sarjana lingkungan untuk menjadi ahli lingkungan yang handal," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kegiatan-webinar-series-ke-3-program-studi-ilmu-lingkungan.jpg)