Berita Internasional

Ribuan Taksi yang Mangkrak karena Pandemi Disulap Jadi Kebun Mini, Jadinya Mirip Instalasi Seni

Di Thailand, para pekerja koperasi taksi menyulap atap mobil menjadi kebun mini.

Kompas.TV/AP Photo/Sakchai Lalit
"Gara-gara Covid-19, hidupku hancur", begitu bunyi tulisan sebuah poster yang dibentangkan di atas sebuah taksi yang mangkrak di Bangkok, Thailand, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BANGKOK - Di Thailand, para pekerja koperasi taksi menyulap atap mobil menjadi kebun mini.

Para pekerja tersebut memanfaatkan ribuan unit taksi yang mangkrak akibat pandemi Covid-19.

Dilaporkan AP, para pekerja dua koperasi taksi di Bangkok–Ratchapruk dan Bovorn– itu menata kebun mini menggunakan kantung sampah plastik hitam yang dibentangkan di atas rangka bambu.

Baca juga: Kata Kriminolog soal Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang yang Belum Terungkap

Di atasnya, mereka meletakkan lapisan tanah dan menanam tanaman sayuran macam tomat, timun dan kacang panjang.

Hasilnya lebih mirip instalasi seni, tapi ini memang disengaja.

Mereka memang berniat menarik perhatian atas nasib para pengemudi dan operator taksi yang amat terpukul oleh pemberlakuan lockdown dan pembatasan pandemi Covid-19.

Kebun mini di atap taksi, kata Thapakorn Assawalertkul (54), seorang petinggi koperasi taksi, memang tidak menawarkan pendapatan alternatif.

Para pegawai koperasi, yang gajinya pun dipotong, kini bergiliran memelihara kebun itu.

“Kebun sayuran mini ini merupakan aksi protes, sekaligus jalan untuk memberi makan para pegawai di saat-saat sulit sekarang ini,” ujar Thapakorn, Kamis (16/9/2021).

“Thailand pernah melewati gejolak politik bertahun-tahun, juga banjir dahsyat pada 2011, tapi bisnis tak pernah sebegitu susahnya seperti sekarang,” keluhnya.

Koperasi Taksi Ratchapruk dan Bovorn kini memiliki armada 500 unit taksi yang beroperasi di jalanan kota Bangkok.

Sementara, kata Thapakorn, “Sekitar 2.500 unit taksi lainnya mangkrak di sejumlah lokasi di Bangkok.”

Tingginya kompetisi antar taksi di jalanan Bangkok yang lengang akibat pembatasan pandemi membuat pendapatan para sopir taksi pun merosot drastis.

Banyak yang tak mampu membayar iuran harian taksi yang, kata Thapakorn, jumlahnya bahkan telah dipotong hingga setengahnya menjadi 300 baht (sekitar Rp130 ribu).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved