Berita Semarang

Kali Semarang Belakang Balai Kota Sudah Cantik Tertata Rapi, DPU Harap Masyarakat Turut Menjaga

DPU Kota Semarang mempercantik saluran Kali Semarang mulai dari belakang Balai Kota Semarang hingga Thamrin. begitupun tanggul diperkuat dengan beton.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Saluran Kali Semarang sepanjang belakang Balai Kota - Thamrin sudah dilakukan penataan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mempercantik saluran Kali Semarang mulai dari belakang Balai Kota Semarang hingga Thamrin.

Saluran sudah tertata rapi, baik sisi kanan dan kiri sungai.

Kasie Pengelolaan dan Pengembangan Drainase DPU Kota Semarang, Mochamad Hisam Ashari mengatakan, penataan Kali Semarang antara lain memperkuat tanggul dengan beton.

Aliran sungai juga dilakukan penataan dari semula terlihat kumuh kini diberi dengan saluran U di tengah aliran.

"Kemudian, kami benton di kanan dan kiri sehingga kelihatan rapi. Dinding talud kami bikin batu tempel," sambung Hisam, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Dimanfaatkan Jadi Pengendali Banjir, Bendung Karet Sungai Blorong Kendal Ditarget Rampung Desember

Baca juga: Wisata Watu Lempit Girikusumo Mranggen Demak, Sensasi Bermain Air Sungai di Sela-sela Bebatuan

Baca juga: Orpega, Relawan Kemanusiaan Kalisapu Tegal Aktif Bantu Masyarakat saat Pandemi Covid-19. 

Baca juga: Peluang Ekonomi Menjanjikan, Teknik Ecoprint Buat Motif Kain Menggunakan Daun yang Ramah Lingkungan 

Menurutnya, penataan Kali Semarang melanjutkan program yang sudah dimulai beberapa tahun terakhir mulai dari Kampung Pelangi dan belakang Lawang Sewu - DPMall.

Pengerjaan penataan Kali Semarang tahap ini sudah dilakukan selama empat bulan dan telah rampung pada September ini.

Namun persoalannya, masih banyak warga yang mengandalkan pembuangan air limbah rumah tangga ke sungai tanpa dilakukan penyaringan terlebih dahulu.

Hal itu seringkali membuat air sungai tercemar.

Dia berharap, setelah sungai dinormalisasi, warha bisa semakin menjaga sungai.

"Kami harap sebelum masuk sungai, limbah sudah brnar-benar bersih. Limbah tidak langsung ke sungai, tapi ada penyaringan. Kalau masyarakat kurang peduli, bisa menjadi kumuh lagi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved